Berita Utama

"Bagaimana Denyut Rakyat, Yang Paling Tahu Kepala Desa"

Presiden SBY dan Ibu Ani di tengah-tengah peserta Kongres Kepala Desa dan Perangkat Desa se Indonesia, di Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Solo, Jawa Tengah, hari Senin (8/6) siang. (foto: abror/presidensby.info).
Presiden SBY dan Ibu Ani di tengah-tengah peserta Kongres Kepala Desa dan Perangkat Desa se Indonesia, di Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Solo, Jawa Tengah, hari Senin (8/6) siang. (foto: abror/presidensby.info).
Surakarta: Kalau kita ingin mengetahui denyut nadi kehidupan rakyat sesungguhnya, yang paling tahu adalah para kepala desa dan perangkat desa. Untuk itulah saya selalu mengatakan, kepala desa dan perangkat desa adalah mereka yang berada di depan, langsung memimpin rakyat, langsung menangani persoalan keseharian rakyat.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (8/6) siang, saat membuka Kongres Kepala Desa dan Perangkat Desa se Indonesia, di Sasana Sumewa Pagelaran Keraton Solo, Jawa Tengah. Menurut Presiden, selama 4,5 tahun masa kepemimpinannya, dirinya sering berdialog dengan kepala desa apabila melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah di Indonesia. Tapi baru kali ini dirinya bisa bertemu dengan kepala desa dan perangkat desa dari seluruh Indonesia. "Rasanya saya berbicara dengan seluruh rakyat Indonesia, " kata Presiden.

"Sebenarnya antara seorang presiden dengan kepala desa itu banyak persamaannya. Saya dipilih oleh rakyat, Saudara juga dipilih oleh rakyat. Saudara memimpin rakyat, saya juga memimpin rakyat. Saya abdi negara dan abdi rakyat, demikian juga Saudara. Oleh karena itu mari kita jalankan tugas dan amanah kita dengan penuh rasa tanggung jawab demi kebaikan masyarakat, bangsa dan negara," ujar SBY

"Saya tidak pernah mengatakan bahwa kepala desa itu adalah pejabat pemerintahan yang paling bawah. Tidak benar. Saya selalu mengatakan, kepala desa dan perangkat desa adalah mereka yang berada di depan, langsung memimpin rakyat, langsung menangani persoalan keseharian rakyat, dan bahkan kalau kita ingin mengetahui denyut nadi kehidupan rakyat, yang paling tahu para kepala desa dan perangkat desa," ujar SBY. "Untuk itu, nanti malam, Mendagri akan mendengarkan masukan dan rekomendasi dari saudara semua untuk dijadikan kebijakan, strategi, dan program aksi bagi jajaran pemerintah ke depan, terutama yang berkaitan dengan pemerintahan desa ," kata SBY.

Di akhir sambutannya, Presiden SBY meminta kepada seluruh kepala desa untuk netral dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan dilaksanakan bulan depan. Tugas Kepala desa adalah bagaimana pemilu mendatang berjalan lancar, aman dan tertib, kata Presiden.

"Sebentar lagi ada pemilihan presiden dan wakil presiden. Tugas Saudara bukan untuk mempengaruhi siapa-siapa, tidak boleh itu! Tugas Saudara bikin pemilihan presiden dan wakil presiden yang aman, tertib dan lancar. Yakinkan di TPS -TPS berjalan dengan baik. Cek sekarang DPTnya, serukan kepada warga untuk menggunakan hak pilihnya. Berikan mereka kesempatan untuk memilih sesuai dengan pilihannya masing-masing. Itu amanah. Mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, walikota kalau itu dijalankan, insya Allah pemilu presiden dan wapres akan berjalan dengan baik," kata SBY. Siapapun yang terpilih itu hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang menentukan dan mandat rakyat.

Usai membuka Kongres Kepala Desadi Solo, Presiden SBY beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Semarang dengan mengunakan kendaraan mobil, dengan jarak tempuh sekitar 90 menit jam. (win)