Berita Utama

Presiden: Bangsa Beradab Adalah Bangsa yang Menyelesaikan Masalah Secara Baik

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan ulama/mursyid Thoriqoh se Indonesia di Hotel Gumaya Semarang, Jateng, hari Selasa (9/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan ulama/mursyid Thoriqoh se Indonesia di Hotel Gumaya Semarang, Jateng, hari Selasa (9/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Semarang: Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menyelesaikan masalah secara baik, tidak mudah melakukan kekerasan, peperangan dan tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (9/6) pagi, di Ball Room Hotel Gumaya Semarang, Jawa Tengah, saat bersilaturahmi dengan ulama dan mursyid Thoriqoh se Indonesia.

"Islam kaya dengan hal-hal yang serba baik. Ahklak, budi pekerti, perilaku dan nilai. Untuk itu saya mengharapkan ulama terus mengajarkan umat. Menasehati saya , para umaroh yang sedang mengembang amanah, bagaimana memiliki watak dan perilaku yang baik sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW," kata Presiden.

Peradaban ini, lanjut Presiden, merupakan salah satu syarat dalam membangun kemandirian bangsa di tengah-tengah persaingan dunia saat ini. " Kita tidak boleh menjadi bangsa yang tergantung pada negara lain, menjadi bangsa yang tidak boleh didikte oleh bangsa lain. Untuk itulah beberapa tahun terakhir kita mulai swasembada beras, kita lunasi hutang pada IMF, kita bubarkan forum CGI yang mendikte perekonomian kita, termasuk industri pertahanan," kata SBY.

Sebelumnya, Habib Muhammad Luthfi, Rais Am Jamiyyah Ahlu Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdiyah mengatakan, Allah telah memberikan tuntunan yang sangat jelas bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah dirinya, mengubah masa depannya ke arah yang lebih baik. Tampak hadir dalam silaturahmi ini antara lain Menseskab Sudi Silalahi, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo Muh.Nuh dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)