Berita Utama
Selasa, 9 Juni 2009, 12:00:27 WIB
Presiden Resmikan Gedung IKIP PGRI Semarang
Reformasi Pendidikan Belum Selesai
Presiden SBY mencoba sarana perkuliahan, usai meresmikan Gedung Kampus Pusat Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang,hari Selasa (9/6) pagi.(foto: abror/presidensby.info)
Dalam laporannya Rektor IKIP PGRI Semarang Sulistyo mengatakan, IKIP PGRI adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang didirikan sejak tanggal 23 Juli 1981 oleh PGRI Jawa Tengah, beranggotakan 251 ribu guru. "Saat ini tercatat 10.700 mahasisawa yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, dan telah meluluskan 18 ribu lebih alumnus sarjana pendidikan, yang telah mengabdi sebagai guru di seluruh pelosok tanah air, kata Sulistyo yang juga Ketua Umum PB PGRI. Ditambahkan, pembangunan gedung diharapkan melahirkan motivasi dan inspirasi keluarga besar IKIP PGRI dan PGRI pada umumnya, untuk kompetitif dan meningkatkan kualitas guru yang baik.
Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, berbicara tentang peradaban, kemandirian dan daya saing, pilarnya adalah pendidikan. "Oleh karena itu sejak awal pemerintah telah sepakat menjadikan guru sebagai profesi. Dulu sekali, yang profesi itu dokter, ahli militer, ahli hukum, tetapi sekarang sudah berkembang, dan guru sebagai profesi. Karena itu kesejahteraannya harus diperhatikan," kata SBY.
Diingatkan, untuk jangan hanya seolah-olah mencekoki anak didik, disuruh menghapal, dikasih pengetahuan situasional, meskipun itu ada gunanya. "Saya ingin dengan metodologi yang bagus, dibangun kepedulian intelektual mereka, dan rasa ingin tahu mereka, haus akan ilmu pengetahuan, tidak puas hanya apa yang didapatkan di ruang kelas. Itu ciri-ciri dan karakter yang nanti menjadi bangsa yang kreatif, " tambahnya.
"Reformasi pendidikan belum selesai. Kepada kita semua diberikan amanah untuk melanjutkan reformasi pendidikan ini, reformasi yang konseptual dan fundamental. Bukan hanya situasional, hanya melihat jangka pendek tapi melihat jangka panjang, karena yang kita ubah adalah peradaban bangsa, bangsa yang insya Allah akan menjadi besar di abad 21 ini," kata SBY
Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Mendiknas Bambang Soedibyo, Menseskab Sudi Silalahi, Menkominfo Muh Nuh, Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)



