Berita Utama
Selasa, 9 Juni 2009, 17:23:29 WIB
Silaturahmi dengan Keluarga Besar Ponpes Maslakul Huda di Pati
Pati: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara hari Selasa (9/6) sore mengadakan silaturahmi dengan para kyai, keluarga besar Ponpes Maslakul Huda dan civitas akademika STAI Marthali'ul Falah, di halaman depan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Marthali'ul, Pati, Jawa Tengah.Di hadapan belasan ribu ribu masyarakat dan santri, dalam sambutannya Presiden SBY menyatakan, pesantren tidak boleh berjarak dengan masyarakatnya. "Pesantren tidak boleh menjadi komunitas yang esklusif tetapi komunitas yang inklusif, memiliki peran yang sentral di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang haus akan contoh tauladan dan nilai kehidupan yang baik. Dengan pandangan dan falsafah seperti itu, banyaknya pesantren di negeri kita ini mesti sanggup membimbing umat, membangun karakter dan watak masyarakat kita untuk menjadi masyarakat yang baik," kata SBY.
Ditambahkan, "Bangsa manapun di dunia ini, termasuk bangsa Indonesia, memiliki nilai memiliki warisan dari pendahulu-pendahulunya, memiliki sejarah budaya dan memiliki peradaban. Dan peradaban ini sesungguhnya menjadi pilar utama bagi berlangsungnya kehidupan bangsa, terutama ketika bangsa itu menghadapi tantangan, ujian dan cobaan," kata Presiden SBY.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurussalam, K.H. A Sahal Mahfudh mengatakan, silaturahmi adalah salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan. "Silaturahmi dapat membawa banyak sekali manfaat, yaitu kesempatan untuk berkomunikasi, dan silaturahim juga bisa untuk saling mengingatkan. Kami berharap kita semua dapat mengingatkan diri sendiri, tidak perlu menunggu dingatkan orang lain," ujar A.Sahal Mahfud.
K.H. Sahal merasa bahagia karena silaturahmi antara pemerintah dan pesantren berjalan terus, sehingga tidak dikelompokkan secara berhadap-hadapan, tetapi duduk bersama secara bergandengan. "Ini menjadi simbol yang sangat penting, menggambarkan kesadaran kedua pihak untuk memperlakukan pihak lain sebagai sesama, meskipun mungkin wilayah bidang garapannya berbeda," tambahnya.
Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menseskab Sudi Silalahi, Menkominfo Muh Nuh dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)



