Berita Utama
Selasa, 9 Juni 2009, 22:17:44 WIB
Silaturahmi di Pesantren Al-Anwar Rembang
SBY: Berkat Allah, Indonesia Bisa Minimalkan Dampak Krisis Global
Presiden SBY menyampaikan sambutan saat bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jateng, Selasa (9/6) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat bersilaturahmi dengan para kyai beserta keluarga besar Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (9/6) malam. Pimpinan pondok ini adalah K.H. Maimun Zuber. Kehadiran Presiden melalui jalaur darat dari Semarang, Pati, dan Rembang disambut meriah masyarakat sepanjang perjalanan.
"Sekarang ini dunia sedang mengalami krisis ekonomi, sebelumnya krisis pangan, krisis energi, bahkan kita menghadapi krisis iklim. Tetapi apapun krisis yang terjadi pada tingkat dunia, insya Allah dengan ridha Allah SWT, degan kebersamaan, persatuan dan kerja keras, kita akan terus maju menuju masa depan yang lebih baik," kata SBY.
Saat ini kita patut bersyukur, dalam keadaan krisis global, Indonesia bisa meminimakan dampak krisis global itu. Ada tiga negara yang diakui oleh dunia, yaitu China, India, dan Indonesia yang mengalami pertumbuhan yang positif, ujar SBY.
Tetapi krisis belum usai. Presiden SBY meminta kita jangan cepat berpuas diri. Harus bersyukur dengan keadaan yang allhamdulillah tidak seburuk yang dialami negara lain. "Marilah kita makin yakin diri, bahwa apabila kita tetap tegar, tidak mudah menyerah, tidak mudah mengeluh, tidak mudah menyalahkan orang lain --sambil menganggap dirinya benar-- maka kalau kita melakukan semuanya itu jalan terbuka bagi bangsa kita. Bukan hanya keluar dari krisis, tetapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat secara bertahap di masa depan," SBY menegaskan.
Selain itu Presiden mengatakan, secara bertahap pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren. Anggaran pendidikan telah mencapai 20 persen dari APBN. "Memang kebutuhannya begitu besar. Oleh karena itu, saya selaku kepala negara ketika kita secara bertahap meningkatkan angaran pendidikan ini, mari kita gunakan sebaik-baiknya dan proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik, dan kemudian anak didik kita makin bermutu," SBY menambahkan.
Sementara itu KH Maimun Zuber mengatakan, kita patut bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah pada bangsa ini, mulai dari kemerdekaan hingga persatuan dari Sabang sampai Merauke, dan ini harus dipertahankan. "Saya haqqul yakin persatuan dan kesatuan tetap terjaga di bawah kepemimpinan Presiden SBY," katanya. (win)



