Berita Utama

Diresmikan Presiden SBY

Suramadu Dipersembahkan untuk Ibu Pertiwi

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peresmian Jembatan Suramadu, di Desa Sukolilo Barat, Kabupaten Bangkalan, hari Rabu (10/6) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peresmian Jembatan Suramadu, di Desa Sukolilo Barat, Kabupaten Bangkalan, hari Rabu (10/6) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Bangkalan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (10/6) siang meresmikan Jembatan Suramadu, jembatan terpanjang di Indonesia, 5.438 meter, yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura. Acara peresmikan dilakukan di kaki jembatan sisi Pulau Madura, tepatnya di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Sebagai penanda peristiwa bersejarah ini, PT Pos Indonesia telah menerbitkan perangko dan sampul hari pertama bergambar Jembatan Suramadu. Presiden mendantangi perangko seri pertama, usai menekan tombol peresmian jembatan, didampingi Plt.Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menkominfo M. Nuh, Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan Bupati Bangkalan Fuad Amin.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pembangunan jembatan Suramadu dan proses rangkaian rekosntruksi penuh dengan dinamika. "Satu hal yang patut kita catat adalah tekad anak bangsa untuk membangun jembatan yang besar ini sungguh luar biasa. Meskipun kita didera krisis demi krisis, semangat kita tak pernah pudar dan akhirnya dengan ridha Allah SWT dan kerja keras semua pihak disertai dukungan rakyat, karya besar ini dapat dipersembahkan kepada Ibu Pertiwi," kata SBY di depan ribuan undangan yang hadir.

Presiden berharap dengan selesainya jembatan ini harus di tindak lanjuti dengan mempercepat wilayah sekitarnya, sebagai jembatan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Madura untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi utamanya di pulau Madura. "Dalam kaitan ini, saya telah membentuk Badan Pengembangan Wilayah Suramadu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden No 2007 Tahun 2008. Keberadaan BPWSM kita tujukan untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah Surabaya dan sekitarnya dan Madura sebagai pusat pengembangan perekonomian Jawa Timur," ujar SBY.

Presiden juga minta agar pengembangan wilayah ini harus terkordinasi, terarah dan terpadu. "Libatkan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh masyarakat agar percepatan pembangunan kawasan sekitar Suramadu dapat berjalan dengan baik ," kata SBY.

Sebelumnya, Menteri PU Djoko Kirmanto dalam laporannya menyebutkan, pembangunan Jembatan Suramadu menghabiskan anggaran kurang lebih Rp. 5 triliun, bersumber dari APBN, APBD Jatim serta pinjaman lunak pemerintah China. Jembatan ini juga dilengkapi jalur khusus untuk roda dua selebar 3 meter. "Apabila jembatan Suramadu sudah selesai diuji kelayakan, baru diterapkan sistem pembayaran. Untuk kendaraan roda empat Rp. 30 ribu dan roda dua sebesar Rp. 3 ribu," ujar Kirmanto. (win)