Berita Utama

SBY Tenangkan Hati Siti Hajar di Malaysia

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaruh perhatian besar kepada seluruh tenaga kerja Indonesia di luar negeri, terutama kepada salah seorang yang saat ini bekerja di Malaysia, Siti Hajar, yang menerima penganiayaan dari majikannya.

Presiden SBY dalam konferensi persnya pada hari Kamis (11/6) siang, Presiden mengatakan, "Apa yang dialami oleh Siti Hajar memang di luar batas kemanusiaan. Saya sungguh prihatin. Oleh karena itu saya sudah menginstruksikan kepada Duta Besar kita di Malaysia, saya sudah berbicara dengan beliau, saya juga sudah menugasi Kepala BNP2TKI untuk mengambil langkah-langkah yang semestinya untuk betul-betul mendukung, dan keadilan ditegakkan di Malaysia," kata Presiden SBY, didampingi Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng

Presiden SBY sudah mendapatkan laporan dari Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Da'i Bachtiar, bahwa kepolisian Malaysia dinilai cukup responsif dan kooperatif dalam menangani kasus ini. "Media di Malaysia juga mengangkat berita yang memprihatinkan ini dengan angle yang positif. Tetapi saya tetap ingin hukum dan keadilan betul-betul ditegakkan," paparnya.

Untuk menenangkan hati Siti Hajar, Presiden SBY tadi pagi sudah berbicara langsung dengannya. "Saya beritahu bahwa kita semua, saudara-saudara di Indonesia, ingin Siti Hajar dan semua saudara-saudara kita yang bekerja di luar negeri mendapatkan bantuan-bantuan semestinya," ujarnya.

Presiden SBY juga sudah menginstruksikan kepada Duta Besar RI di Malaysia serta Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat untuk membangun satu sistem yang dapat secara efektif dan cepat menangani kasus-kasus seperti yang dialami oleh Siti Hajar. "Tidak baik situasi yang berulang, setelah sekian tahun baru ketahuan masalahnya. Memang diperlukan ketekunan dan kerja sama yang baik antara pihak Indonesia dan negara tuan rumah berkaitan dengan penegakan hukum. Saya akan mengecek sejauh mana upaya untuk membangun semacam deteksi dini kalau ada keganjian ada hal yang tidak benar menyangkut tenaga kerja kita. Kita terus memberikan perlindungan dukungan dan bantuan terhadap saudara kita yang bekerja di luar negeri," ujar SBY. Presiden SBY juga berharap kecepatan pengaduan dari mereka yang mengalami tindakan-tindakan di luar norma kemanusiaan. (mit)