Berita Utama

Presiden Buka Pesta Kesenian Bali 2009

Presiden SBY memukul ku-kul untuk meresmikian Pesta Kesenian Bali XXXI Tahun 2009, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Bali, hari Sabtu (13/6) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memukul ku-kul untuk meresmikian Pesta Kesenian Bali XXXI Tahun 2009, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Bali, hari Sabtu (13/6) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Denpasar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Sabtu (16/6) malam membuka dan Pesta Kesenian Bali XXXI Tahun 2009, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar. Pesta Kesenian Bali tahun ini mengambil tema Mulat Sarire: Kembali Kepada Jati Diri Menuju Kemuliaan Bangsa dan Negara. Kedatangan Presiden SBY beserta seluruh rombongan disambut dengan Tari Pendet.

Menurut Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, jiwa dari pada tema ini diharapkan dapat memberi tuntunan dan sentuhan moral kepada para seniman dan masyarakat. "Para seniman dalam berkarya agar benar-benar dapat merefleksikan akar nilai budaya bangsa yang inti sarinya meliputi Siwam, Styam, Sundaram atau kebenaran, kesucian dan keindahan. Sedangkan bagi masyarakat sebagai penikmat seni, dengan menghayati nilai-nilai tersebut mereka dapat menjadikan dirinya sebagai umat manusia yang berbudi pekerti luhur," jelas Gubernur Bali.

Presiden dalam sambutannya mengatakan, tema yang dipilih sangat baik. "Sungguh relevan, mendasar, memilki cakupan yang luas dan sesunggunya juga berkaitan dengan nilai, warisan budaya dan peradaban bangsa kita," ujar SBY. Presiden memberikan pandangannya dari dua perspektif yang berkaitan dengan jati diri bangsa. "Pertama, pandangan yang berkaitan dengan jati diri bangsa sebagai identitas nasional. Dalam perspektif ini marilah kita pahami bahwa kita memiliki jati diri sebagai sebuah bangsa yang memiliki konsensus dasar yang mesti kita aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," jelas SBY.

"Sedangkan perspektif kedua, kita sebagai bangsa tumbuh dan berkembang hingga hari ini dengan kekhasan yang kita miliki. Misalnya sejarah yang menghantarkan kita menjadi bangsa seperti sekarang ini, warisan, jalan hidup, sistem kepercayaan, seni budaya realitas kemajemukan dan karakter keindonesiaan yang lain. Ini perlu kita pahami bahwa itulah jati diri kita sebagai sebagai bangsa yang besar yang mesti kita bangun di abad ke 21 ini," tambahnya.

Menurut SBY, jati diri bangsa ini sesungguhnya mencerminkan kekuatan dan kekayaan bangsa Indonesia. "Oleh karena itu sebagai bangsa yang pandai bersyukur, kita mesti harus menjaga dan mengembangkan semuanya itu secara positif agar cita cita para pendiri republik dapat kita wujudkan, yaitu Indonesia di abad ke 21 ini benar benar menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," kata SBY.

Dengan memukul kul-kul, kentongan tradisional Bali, Presiden SBY meresmikan pembukaan Pesta Kesenian Bali XXXI Tahun 2009. Pesta Kesenian Bali dilaksanakan dalam bentuk pawai, pagelaran, lomba, parade, pameran dan saresehan, dengan melibatkan berbagai jenis kesenian. PKB tahun 2009 melibatkan 13.000 orang seniman dan 180 kesenian dari kota/kabupaten se-Bali, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Jakarta Barat, Bangka Belitung, Yogyakarta, Kalimantan Barat, serta peserta dari Jepang, India, Amerika, Mexico, Thailand, dan Taiwan.

Hadir mendampingi Presiden SBY selain Ibu Negara juga Menkeu Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menbudpar Jero Wacik serta Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal. (mit)