Berita Utama
Senin, 15 Juni 2009, 13:03:18 WIB
Presiden SBY Terima Menhan dan Panglima TNI
Presiden SBY menerima Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Kantor Presiden, hari Senin (15/6) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
“Ini kita rasakan perlu, agar terjamin dan terdukung manajemen dan teknis termasuk aspek anggaran, audit tentang anggaran mengenai semua alutsista TNI, terutama sekali karena kejadian akhir-akhir ini adalah di lingkungan TNI AU. Saya sendiri telah membentuk satu tim audit anggaran Dephan, Mabes TNI dan Mabes angkatan dengan menyertakan Dirjen Dephan, Dirjen Mabes TNI, Dirjen AD, Dirjen AL, Dirjen AU untuk sama-sama melakukan evaluasi menyeluruh aspek pembinaan maupun aspek teknis dari semua alutsista untuk melaksanakan tindakan-tindakan teknis maupun menejemen agar kecelakan karena aspek-aspek teknis dikurangi atau dihindarkan,” Juwono menerangkan. Menhan dalam waktu dekat akan menandatangani tim audit anggaran pertahanan menyangkut Dephan, Mabes TNI, dan Mabes angkatan.
Sementara itu Panglima TNI Santoso mengungkapkan, dalam menyikapi kejadian terjadinya insiden baik itu Hercules di Magetan maupun jatuhnya Puma, internal TNI melakukan investigasi khusus yang dipimpin Irjen TNI. “Disamping itu TNI AU telah mengambil langkah-langkah melakukan investigasi. Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang saya terima dari Menteri Pertahanan, TNI akan menindaklanjuti. Pertama, akan mengevaluasi masalah-masalah teknis baik pemeliharaan maupun operasional penerbangan. Kedua regulasi, aturan-aturan terhadap bagaimana untuk melakukan pemeliharaan dan operasional. Ketiga juga akan mengevaluasi tentang pendidikan dan latihan terhadap penyiapan kru. Keempat adalah leadership dan management. Kelima adalah anggaran,” ujar Djoko Santoso.
Lima parameter inilah yang akan menjadi evaluasi TNI dan hasilnya nanti secara komprehensif akan dilaporkan ke Menhan dan Presiden SBY. Saat menerima Menhan dan Panglima TNI, Presiden SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo A.S., Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi. (osa)



