Berita Utama

Debat Capres Putaran Pertama

SBY: Meskipun Kita Berdebat Tetaplah Kita Bersaudara

SBY  mengikuti acara Debat Capres 2009 putaran pertama yang diselenggarakan KPU, di Studio Trans TV, hari Kamis (18/6) malam. (foto: abror/presidensby.info)
SBY mengikuti acara Debat Capres 2009 putaran pertama yang diselenggarakan KPU, di Studio Trans TV, hari Kamis (18/6) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (18/6) malam mengikuti acara Debat Capres 2009 putaran pertama, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan digelar di Studio Trans TV, Jalan Kapten Tendean. Dalam debat yang dimoderatori Rektor Unibersitas Paramadina, Anis Baswedan dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi ini, hadir pula dua capres lainnya yaitu Megawati dan Jusuf Kalla.

KPU merencanakan 4 kali debat Capres/Cawapre, dan pada putaran pertama ini tema yang ditetapkan adalah Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Penegakan Supremasi Hukum. Di dalam salah satu sesi, Anis Baswedan menanyakan mengenai langkah- langkah strategis ke depan yang akan dilakukan SBY untuk memperkuat TNI sehubungan dengan ancaman dari luar sementara alutsista militer kita sudah banyak yang tidak mumpuni.

Menurut SBY, anggaran pertahanan yang dimiliki Indonesia saat inimemang jauh dari cukup. ”Kita pernah hitung, untuk membiayai kebutuhan minimal, diperlukan sekitar Rp. 120 trilyun, atau 12 persen dari APBN kita yang berjumlah sekitar Rp 1.000 trilyun. Pada tahun 2009 dialokasikan Rp 35 trilyun. Ke depan, sesuai dengan pertumbuhan ekonomi, harus kita tingkatkan dari Rp. 35 trilyun menjadi Rp. 120 trilyun, secara bertahap. Karena kita ingat ada porsi untuk kesejahteraan rakyat, baru porsi untuk Polhukkam, diantaranya pertahanan,” jelas SBY. Anggaran yang masih terbatas tersebut, menurut SBY, harus diarahkan unuk kepentingan tugas-tugas operasional, memelihara alat persenjataan, pendidikan, kesejahteraan prajurit dan patroli- patroli pertahanan, jelasnya.

Masalah belum selesainya UU Tipikor, menurut SBY, pemerintah sudah melakukan konsultasi dengan pimpinan DPR-RI, agar dapat segera diselesaikan oleh DPR. "Tapi kalaupun nanti hingga masa bakti DPR-RI 2004-2009 habis, bisa saja saya mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangatau Perpu. Andai kata, itu tidak selesai, maka Presiden memiliki kewenangan sesuai dengan UU untuk mengeluarkan PP pengganti UU. Tetapi ingat, Perpu keluar apabila ada hal kepentingan yang memaksa. Tidak boleh setiap saat Perpu keluar. Ini tidak tepat, karena mekanisme pembahasan antara pemerintah dengan DPR masih tersedia. Solusinya kita lakukan percepatan untuk menghadirkan UU ini,” papar SBY.

Mengenai langkah- langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi Lumpur Lapindo, SBY mereview langkah apa saja yang telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasinya. Apakah itu memberikan bantuan berupa bantuan ekonomi dan sosial kepada masyarakat. ”Apa yang telah kita lakukan ini, dalam tahap tertentu bisa mengatasi masalah, meskipun belum rampung. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan kembali, kemudian perbaikan dan peningkatan masalahnya, terutama menyelamatkan rakyat kita dan memenuhi hak-hak mereka,” jelas SBY.

Setelah melewati beberapa segmen, sebelum acara debat capres putaran pertama ditutup, masing-masing Capres diberi kesempatan selama 90 detik untuk menyampaikan kesimpulan dan harapan. Menutup kesimpulannya, SBY membacakan sebuah pantun untuk seluruh capres yang hadir. Dari Lahat berkunjung ke Martapura. Meskipun kita berdebat tetaplah kita bersaudara. Sebagai penutup acara, Iwan Fals kembali tampil menyanyikan lagu Garudaku.(mit)