Berita Utama

Presiden: Kalau Pemimpin Rukun, Rakyat Tenang dan Senang

Presiden SBY menerima peserta Rakernas dan Munaslub Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Istana Negara, hari Jumat (19/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima peserta Rakernas dan Munaslub Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Istana Negara, hari Jumat (19/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan semua pemimpin, dalam arti yang hakiki, terus menjalin silaturahim. “Kita semua tentunya harus saling menghormati. Pemimpin menghormati rakyatnya yang dipimpin, rakyat juga menghormati pemimpinnya, tanpa harus membedakan satu sama lain,” kata Presiden dalam sambutannya pada acara Silaturahmi dengan Peserta Rakernas dan Munaslub Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tahun 2009 di Istana Negara, Jumat (19/6) pagi.

“Tadi malam, barangkali sebagian mengikuti debat calon presiden. Memang begitu aturan Komisi Pemilihan Umum, yang Alhamdulillah debatnya baik. Di penghujung pembicaraan saya, saya menyampaikan satu buah pantun. Dari Lahat menuju ke Martapura, meskipun berdebat tapi kita tetap bersaudara,” ujar SBY.

Kalau para pemimpinnya rukun bersatu, Presiden SBY yakin rakyat akan senang dan tenang. “Berkompetisi memang bisa keras, tapi tentunya hatinya tetaplah dingin dan tidak boleh memutus silaturahim. Tidak boleh memutus persahabatan dan persaudaraan. Semoga demokrasi seperti inilah yang terus bersemi di negara kita. Dengan demikian demokrasi itu membawa manfaat kepada kehidupan rakyat yang kita cintai bersama,” terang SBY. (osa)