Berita Utama

Presiden SBY: Bangsa Indonesia Ingin Maju Bersama-sama, Tidak Sendiri-sendiri

Jakarta: Bangsa Indonesia ingin maju bersama-sama, tidak sendiri-sendiri. Oleh karena itu diperlukan kesetiakawanan sosial. Yang kaya membantu yang miskin. Hidup tolong menolong, hidup banntu membantu. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjin. Itulah Indonesia.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bamban Yudhoyono pada Perayaan Satu Dasawarsa Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Istora Senayan Jakarta, hari Selasa (23/6) malam. Presiden SBY juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun peradaban bangsa yang unggul dan mulia. "Saya mengajak semua elemen bangsa untuk membangun seperti itu. Diskriminasi adalah masa lalu kita, masa depan kita adalah harmoni, tolerasi dan kerukunan yang sejati. Marilah kita jalankan bersama, kita pelihara dan terus kita perkokoh," jelas SBY.

Sebelumnya, SBY menjelaskan, ada delapan unsur yang membuat peradaban menjadi unggul dan mulia. "Pertama, bangsa tersebut harus memiliki akhlak, watak dan perilaku yang baik. Kedua, bangsa itu harus memiliki sikap anti kekerasan dan senang kedamaian. Ketiga, bangsa itu harus rasional dan tidak emosional. Keempat, bangsa itu senang bermusyawarah dan gotong royong. Kelima, bangsa tersebut adalah bangsa yang harmonis dan toleran. Keenam, tidak serakah dan selalu memikirkan masa depan. Keetujuh, bangsa itu selalu inovatif, adaptif dan menghormati ilmu pengettahuan dan teknologi. Yang terakhir, bangsa tersebut berjiwa terang dan selalu optimis," kata Presiden.

Dalam acara ini hadir pula Menko Polhukkam Widodo AS, Menkominfo M. Nuh, Mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (mit)