Berita Utama

Debat Capres Putaran Kedua

Inflasi Bisa Diturunkan dengan Kebijakan dan Menambah Produksi Dalam Negeri

SBY sebagai Capres bersama Megawati dan Jusuf Kalla pada acara Debat Calon Presiden putaran kedua, di Studio Metro TV, hari Kamis (25/6) malam. (foto: abror/presidensby.info)
SBY sebagai Capres bersama Megawati dan Jusuf Kalla pada acara Debat Calon Presiden putaran kedua, di Studio Metro TV, hari Kamis (25/6) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Dr. Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (25/6) malam mengikuti Debat Calon Presiden putaran kedua, di Studio Metro TV. Hadir pula dua calon presiden lainnya, Megawati Soekarnoputri dan Mohammad Jusuf Kalla. Debat capres yang kali ini dimoderatori Aviliani, Komisaris Ekonomi Independen BRI mengangkat tema Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran. Debat dibagi dalam empat bagian yaitu penyampaian visi misi capres, menjawab pertanyaan yang diberikan moderator, saling mendebat pendapat capres lain, dan kesimpulan masing-masing capres.

Saat moderator menanyakan bagaimana cara capres mengatasi inflasi, SBY berpendapat bahwa harga akan dijaga. "Memang pengaruh dunia itu luar biasa, tapi bisa dikurangi dengan kebijakan yang dikeluarkan dan menambah produksi dalam negeri dalam rangka menstabilkan harga. Alhamdulillah, tahun ini inflasi sudah di bawah 6 persen, sembako dalam tiga bulan terakhir menurun kecuali minyak goreng dan gula yang akan kita jaga terus. Produksi dalam negeri akan terus ditambah sehingga supply dan demand bisa seimbang," kata SBY. Sementara untuk masalah jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat, SBY memastikan bahwa lima tahun kedepan program Keluarga Berencana (KB) yang sudah lama tidak ditekuni lagi akan digalakkan.

Dalam debat tersebut SBY juga memastikan bahwa saat ini subsidi BBM bagi masyarakat belum layak untuk dikurangi. "Subsidi tersebut layaknya diberikan kepada rakyat kecil, tidak mungkin subsidi itu diberikan bila tidak efisien. Menurut saya subsidi BBM saat ini belum layak dikurangi. Tidak bisa secara drastis subsidi dihilangkan untuk BBM. Tetapi subsidi yang tidak tepat sasaran, yang tidak adil memang harus dikurangi," ujar SBY.

"Kalau dilihat konsep kedepan tentang BBM ini, kita tidak boleh tergantung pada BBM saja. Kita sudah masuk ke gas, masuk ke sumber-sumber yang lain, dengan insentif dan kebijakan khusus. Harapan saya itu bisa dikembangkan sehingga tekanan subsidi semakin berkurang. Adil bagi rakyat, tidak membebani perekonomian kita," tegasnya. (osa)