Berita Utama

Presiden: Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Perlu Perhatian Lebih Tinggi

Presiden SBY memperhatikan kemampuan robot  pada pembukaan Pekan Produk Kreatif Indonesia di  JCC, hari Jumat (26/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memperhatikan kemampuan robot pada pembukaan Pekan Produk Kreatif Indonesia di JCC, hari Jumat (26/6) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Masa depan perekonomian Indonesia jangan hanya mengandalkan kepada ekonomi pertanian, ekonomi industri dan ekonomi jasa yang konvensional, tetapi ada dua hal baru yang memerlukan atensi lebih tinggi, yaitu ekonomi kreatif dan ekonomi kepariwisataan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu hari Jumat (26/6) pagi, ketika membuka Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 di Jakarta Convention Center.

"Pertanian jelas, kita harus memiliki kemandirian dan kecukupan pangan. Di bidang sumber daya alam jelas, Indonesia dianugerahi sumber daya alam. Industri jelas, menyerap tenaga kerja yang banyak dan menghasilkan produk yang berguna. Jasa terus berkembang di negeri ini. Tetapi dua hal yang baru itu, yaitu ekonomi kreatif dan ekonomi kepariwisataan memerlukan atensi yang lebih tinggi untuk mengembangkanya," jelasnya .

"Ekonomi kepariwisataan, sungguh luar biasa kekayaan kita di Indonesia ini. Oleh karena itu ekonomi pariwisata harus kita jadikan andalan. Saya ingin kontribusi ekonomi pariwisata terhadap GDP kita harus semakin besar di waktu yang akan datang, dan insya Allah kita bisa karena kita punya potensi dan pengalaman. Kita makin cerdas dan cekatan dalam mengembangkan ekonomi kepariwisataan," tambahnya.

"Satu lagi yang harus dikembangkan, yaitu ekonomi kreatif yang berbasiskan warisan budaya bangsa dan teknologi. Laporan yang saya terima dari Menteri Perdagangan, kontribusi ekonomi kreatif dalam pertumbuhan ekonomi nasional, baik. Penyerapan tenaga kerja, baik, pengembangan ekonomi lokal, baik. Dengan menyerap tenaga kerja dan menjadi bagian dari usaha kecil dan menengah, berarti kita mengurangi kemiskinan ini. Oleh karena itu jelas kontribusinya kepada perekonomian kita cukup besar," ujar SBY. (mit)