Berita Utama
Sabtu, 27 Juni 2009, 21:30:03 WIB
Dari Semarang, Presiden Dialog dengan Dalang Ki Purbo di Sidoarjo
Presiden SBY dan Parni Hadi, Dirut RRI, di Hotel Grand Candi, Semarang, hari Sabtu (27/6) malam, dalam videoconference dengan dalang Ki Purbo. (foto: haryanto/presidensby.info)
Melalui teknologi videoconference, Presiden SBY turut menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Purbo Asmoro dengan cerita Banjaran Bima. Menurut Menkominfo, M. Nuh yang berada di Sidoarjo, acara pertunjukan wayang kulit ini dihadiri 250 pedalang dan ribuan masyarakat. "Tadi pagi telah dilaksanakan sarasehan 250 pedalang yang dilanjutkan pagelaran wayang malam ini. Pagelaran wayang kulit ini sengaja dipadukan dengan IT untuk menunjukkan bahwa masyarakat pedalangan akrab dengan IT. Seni boleh tradisional tetapi juga menggunakan teknologi terkinin," jelas Nuh.
Dalam dialog yang dipandu Direktur Utama RRI, Parni Hadi, Presiden SBY melakukan tanya jawab dengan dalang Ki Purbo Asmoro dan masyarakat seluruh Indonesia yang mengirimkan sms. Dalam dialognya, Presiden mengungkapkan komitmennya untuk terus melestarikan budaya tradisional. "Sehari yang lalu di Jakarta saya membuka Pekan Produksi Kreatif Indonesia. Dalam acara itu saya juga memberikan penghargaan kepada maestro seni tradisional dari seluruh Indonesia. Ini adalah cara kita untuk melestarikan seni tradisional dari seluruh Indonesia," jelas SBY.
"Di tengah era globalisasi ini jati diri bangsa sangat penting, menghormati warisan sejarah bangsa sangat penting, melestarikan budaya bangsa termasuk wayang kulit juga sangat penting. Kita ingin Indonesia makin maju di abad 21 ini, tapi tidak boleh tercabut dari jati diri, warisan budaya, dan sejarahnya. Saya berharap mari pelihara semua warisan seni dan budaya bangsa," kata SBY.
Usai dialog, Presiden SBY masih tetap duduk dan menonton wayang kulit. SBY sangat menikmati pagelaran tersebut dan beberapa kali tertawa mendengar lawakan dalang. Saat dalang Ki Purbo Asmoro tampil dengan dalang dari Amerika, dalang Emerson yang fasih berbahasa Jawa halus, SBY pun ikut berdialog dengan dalang Emerson dalam bahasa Jawa. SBY juga sempat terkagum-kagum dengan kepiawaian sinden cilik Febriani membawakan tembang-tembang Jawa.
"Kami kagum sekali mendengarkan suara Febriani. Kalau ingin menjadi seniman, jadilah seniman yang baik. Pak SBY mendoakan Insya Allah cita-cita Febriani tercapai dan menjadi putri bangsa yang baik," pesan SBY. Mendampingi Presiden SBY antara lain, Seskab Sudi Silalahi dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.(osa)



