Berita Utama

"Dulu Saya Tak Pernah Absen Nonton Wayang"

Presiden SBY dan Parni Hadi, Dirut RRI, di Hotel Grand Candi, Semarang, hari Sabtu (27/6) malam,  dalam videoconference dengan dalang Ki Purbo. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY dan Parni Hadi, Dirut RRI, di Hotel Grand Candi, Semarang, hari Sabtu (27/6) malam, dalam videoconference dengan dalang Ki Purbo. (foto: haryanto/presidensby.info)
Semarang: Menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk melalui videoconference yang diadakan di alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, hari Sabtu (27/6) malam, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berada di Semarang teringat masa kecilnya di Pacitan. "Dulu saya tidak pernah absen menonton wayang kulit. Pakai sarung, duduk dengan kotak, sekali-kali tertidur tapi kemudian bangun lagi," kenang SBY.

Menurut SBY wayang itu bukan hanya untuk hiburan, namun filosofinya dalam. Pesan-pesan moralnya tinggi, dan selalu kontekstual dan relevan. "Oleh karena itu saya ingin kita terus menghormati para dalang. Kita perlukan kehadiran beliau untuk memberikan pencerahan moral kehidupan bagi bangsa Indonesia," jelas SBY.

"Saya dan teman-teman yang mengemban amanah di negeri ini, baik di pusat maupun daerah selalu ingin menghidupkan, melestarikan seni wayang kulit ini. Banyak cara yang bisa kita lakukan, salah satunya seperti yang kita laksanakan pada malam hari ini. Ada pemikiran saya memang untuk kita lestarikan kembali pertunjukan-pertunjukan berkala wayang kulit ini di lingkungan istana. Insya Allah, menjelang 17 Agustus memperingati Hari Kemerdekaan, saya akan mengundang nanti pagelaran di kompleks istana," SBY menerangkan.

Dari dialog dengan dalang dan masyarakat seluruh Indonesia melalui SBS, Presiden SBY menyimpulkan bahwa semua pihak mem punyai keinginan untuk melestarikan budaya bangsa. "Mari kita wujudkan bersama. Kalau kita semua mempunyai komitmen yang baik, Insya Allah semuanya akan terwujud," tegasnya. (osa)