Berita Utama
Selasa, 30 Juni 2009, 12:00:16 WIB
Presiden Resmikan BLK di Sragen
Balai Latihan Kerja Penting Atasi Pengangguran
Presiden SBY meninjau maket Kawasan Techno Park Sasana Ganesha Sukowati dan Museum Kars Indonesia, usai peresmian, di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (30/6) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno melaporkan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak awal tahun 2006 telah mencanangkan dan melakukan revitalisasi seluruh BLK dalam rangka memfungsikan kembali BLK sebagai sarana untuk peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan kerja. "Pelatihan kerja adalah penting sebagai salah satu proses mengatasi masalah pengangguran. Sesuai dengan semangat otonomi daerah, maka diharapkan komitmen dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk mengelola BLK secara profesional dengan mengalokasikan anggaran yang memadai," kata Erman.
Pada acara ini Presiden SBY juga menyaksikan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bantuan tersebut antara lain Mobile Training Unit (MTU) di 33 provinsi, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebanyak 37 (9 sektor), program perluasan kesempatan kerja kepada pemerintah Kabupaten /Kota se-Provinsi Jawa Tengah, dan penyerahan kunci rumah pekerja secara simbolis.
Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dalam pidatonya menjelaskan, saat ini di Jawa Tengah terdapat 31 BLK. "Terdiri dari 25 BLK milik Pemerintah Kabupaten/Kota, 4 BLK Provinsi dan 2 BLK yang dikelola Pemerintah Pusat. Sejak bulan Januari sampai dengan Juni 2009, calon tenaga kerja yang telah menyelesaikan pelatihan di BLK sebanyak 12.720 orang. Dari jumlah tersebut, yang sudah bekerja di dunia industri sebanyak 8.904 orang dan yang menjalankan usaha mandiri sebanyak 2.111 orang, sedangkan yang belum bekerja sebanyak 1.705 orang," ujar Bibit.
Presiden SBY menjelaskan bahwa ini adalah kunjungan pertamanya ke kota Sragen sebagai Presiden. "Saya lahir di Pacitan, dulu sering berpergian ke Madiun, Solo, termasuk ke Sragen. Ternyata Sragen sudah jauh maju berkembang dan sejahtera. Setiap kali saya menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sragen di Istana Negara, saya katakan saya senang, bersyukur dan menyampaikan penghargaan karena prestasi Sragen dalam berbagai aspek pembangunan sangat menonjol. Bukan hanya pelayanan satu atap yang menjadi model, tapi juga kemajuan di aspek yang lain. Contoh BLK ini juga yang bisa menghasilkan lulusan yang siap diserap pasar tenaga kerja di berbagai lapangan pekerjaan," terang SBY.
"Setiap saya bertemu dengan gubernur, bupati, dan walikota di seluruh Indonesia, saya selalu mengingatkan bahwa ada 7 prioritas yang harus dilakukan pemerintah, utamanya di daerah. Tujuh prioritas tersebut adalah terus mengurangi kismiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan, membangun infrastruktur dasar, membentuk pemerintahan yang bersih dari KKN, pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik kepada rakyatnya. Sragen adalah salah satu dari kabupaten dan kota yang saya nilai memiliki prestasi dalam mencapai 7 sasaran pembangunan daerah itu," puji SBY.
Usai acara, rombongan Presiden SBY meninjau maket Kawasan Techno Park, kios 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan), workshop otomotif sepeda motor, job fair, dan pameran produk unggulan. Nampak hadir antara lain, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Seskab Sudi Silalahi, Bupati Sragen Untung Wiyono, dan Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi. (osa)



