Berita Utama
Selasa, 30 Juni 2009, 12:30:29 WIB
Untuk Atasi Pengangguran
Kita Tak Perlu Salahkan Sana dan Sini, Yang Penting Kita Ambil Tanggungjawab Bersama
Presiden SBY berdialog di salah satu stand, usai meresmikan BLK Techno Park Sasana Ganesha Sukowati dan Museum Kars Indonesia di Sragen, Selasa (30/6) pagi.
"Sebenarnya, pengangguran bukan hanya permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, tetapi juga jadi persoalan bangsa lain di dunia. Bukan hanya negara berkembang, tapi juga negara maju. Contohnya Amerika Serikat. Negara maju, kaya, ekonominya tinggi, tapi penganggurannya mencapai 10 persen bahkan sekarang diatas angka pengganguran Indonesia karena krisis ekonomi global," ujar SBY.
Presiden SBY meminta bangsa Indonesia untuk tidak berkecil hati, seolah-olah hanya Indonesia yang mempunyai masalah dengan pengangguran. "Yang penting mari dengan sekuat tenaga, dengan segigih-gigihnya, seluruh jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah, serta komponen bangsa yang lain, bersatu padu, bekerja sekeras-kerasnya untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Apa yang dilakukan Sragen dan Jawa Tengah dengan BLK ini contoh nyata bahwa kita tidak perlu mengeluh, tidak perlu menyalahkan kesana-kesini, tidak perlu pula menyalahkan dunia. Yang penting mari kita ambil tanggungjawab secara penuh untuk menyelesaikan masalah ini," SBY menjelaskan.
"Penganguran kita mulai awal krisis sampai 2005 dan 2006 mengalami peningkatan karena jumlah yang terserap untuk bekerja dibandingkan dengan pencari kerja tiap tahunnya, itu masih lebih banyak jumlah yang mencari pekerjaan. Sejak akhir 2006, utamanya 2007-2008 lapangan pekerjaan yang tersedia sudah lebih banyak dibanding dengan pencari pekerjaan yaitu sekitar 2.200.000 yang bisa diserap. Yang mencari kerja setiap tahunnya sekitar 2 juta. Kalau ini terus bisa dipertahankan maka pengangguran akan terus turun. Saya optimis dan yakin makin kedepan pengangguran di negeri ini makin berkurang," tegas SBY.
Kemudian Presiden SBY menerangkan cara nyata untuk mengurangi pengangguran. "Syarat utamanya ekonomi harus tumbuh. Kalau semua tumbuh maka akan banyak pekerjaan yang diperlukan. Jadi tidak boleh hanya mendidik tenaga kerja di BLK saja tanpa memperluas tempat yang bisa menampung pekerja-pekerja baru. Siapkan dulu tempat saudara-saudara kita bisa bekerja. Syarat kedua, jika ekonomi sudah tumbuh, maka perlu tenaga kerja yang terampil, siap, dan displin. Tugas kita mempersiapkan dan melatih tenaga kerja seperti itu pada pasar yang ada. Itu cara yang masuk akal untuk benar-benar mengurangi pengangguran," tambahnya.
Dengan penjelasan tersebut, Presiden SBY menegaskan bahwa peran bupati dan walikota, peran pengusaha daerah, peran BLK menjadi penting. "Jangan sampai pendidikan, apakah itu SMK, SMA atau perguruan tinggi mencetak ribuan lulusan yang tidak ada kaitannnya dengan lapangan pekerjaan. Pastikan benar bahwa lulusan-lulusan itu cocok, sesuai dengan yang diperlukanoleh ekonomi kita. Dengan cara itu diharapkan tidak terlalu banyak yang banyak mencari pekerjaan ke provinsi atau negara lain," kata SBY.
Usai acara, rombongan Presiden SBY meninggalkan kota Sragen menuju Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Solo untuk kembali ke Jakarta. (osa)



