Berita Utama

Peringatan Hari Bhayangkara

Presiden: Polri Harus Ciptakan Reformasi di Bidang Struktural, Instrumental dan Kultural

Presiden SBY memotong tumpeng, disaksikan Ibu Negara dan Kapolri, pada peringatan Hari Bhayangkara 2009, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memotong tumpeng, disaksikan Ibu Negara dan Kapolri, pada peringatan Hari Bhayangkara 2009, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/7) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, juga Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah hari Rabu (1/7) pagi menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke - 63 Tahun 2009, di Halaman Gedung Babinkam, Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan. Hari Bhayangkara tahun ini bertema Melalui Reformasi Birokrasi Polri dan Kemitraan Polri Dengan Masyarakat, Polri Siap Mengamankan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009.

Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri menyebut, pembangunan Polri di masa depan harus selaras dengan perkembangan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan nasional, sehingga Polri dapat menjadi organisasi kepolisian yang modern sebagaimana telah ditetapkan secara bertahap dalam Grand Strategy Polri 2005 - 2025.

Kapolri menegaskan, pembangunan Polri ke depan tidak sebatas pada pencitraan Polri semata, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek keamanan dalam negeri secara keseluruhan dengan mempertimbangkan tuntutan kebutuhan masyarakat dan tantangan global, termasuk pengamanan wilayah perbatasan serta menegaskan komitmen Polri dalam mengamankan jalannya Pemilu 2009 serta menjaga netralitas Polri dalam Pemilu 2009 ini.

Pada peringatan Hari Bhayangkara ini, Presiden SBY juga melakukan penggesekan Kartu ATM sebagai tanda Peluncuran Pelayanan SIM, STNK dan BPKB dengan menggunakan Fasilitas Sistem Perbankan untuk Mencegah Peluang Korupsi dan Kolusi. Program ini dinamakan Integrated System Pelayanan Lalu Lintas, yaitu sistem pelayanan administrasi SIM, STNK dan BPKB serta kecelakaan lalu lintas yang terintegrasi secara online dengan BRI, Beacukai, 17 ATPM dan Jasa Raharja. Dengan program ini, pelayanan yang semakin cepat, murah, mudah, transparan dan akuntabel dapat diwujudkan dan dirasakan oleh masyarakat.

Presiden SBY berharap Polri terus bekerja keras untuk menciptakan reformasi di bidang struktural, instrumental dan kultural, sehingga dapat memberikan pengamanan kepada masyarakat secara utuh. "Polri juga diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan meningkatkan kerja sama dengan TNI serta meningkatkan kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat dan seluruh komponen bangsa agar tercipta keadaan yang aman dan damai," papar SBY. "Polri harus kerja lebih keras lagi agar dapat mewujudkan Grand Design Strategy 2005 - 2025 sehingga menjadi institusi yang tegas, profesional dan humanis," tambahnya.

Usai peresmian, Presiden SBY juga melakukan telewicara dengan masyarakat pemohon SIM/BPKB/STNK yang berada di Satpas Colombo Polwiltabes Surabaya, Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Samsat I Semarang dan Satpas Daan Mogot. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Presiden SBY dam Wapres JK bersantap siang bersama dengan pimpinan Polri dan tamu undangan. Presiden SBY dan Wapres JK melakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada Perwira Remaja Termuda dan Bintara Polwan Termuda.

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden SBY, Wapres JK beserta seluruh rombongan, meninjau Gedung Kompolnas, yang sudah direnovasi menjadi Museum Polri yang saat ini digunakan sebagai pusat dokumentasi nilai-nilai sejarah perjuangan dan pengabdian Polri serta memorabilia jejak sejarah sebagai oase tempat memperoleh informasi. Saat peninjauan museum di area Rumah Pintar, Ibu Negara menyerahkan bingkisan alat tulis kepada 2 orang perwakilan anak-anak. (mit)