Berita Utama
Jumat, 3 Juli 2009, 18:36:58 WIB
Presiden pada Simposium PPI
Bangun Budaya Unggul dan Budaya Pengabdian
Presiden SBY didampingi Seskab Sudi Silalahi, melakukan teleconference dengan peserta simposium PPI yang digelar di Den Haag, Belanda, dari Cikeas, Bogor, Jabar, hari Jumat (3/7) sore. (foto: rusman/presidensby.info)
"Kalau saudara sudah terbiasa membangun budaya unggul, yang inovatif, adaptif dan kontributif untuk bangsanya, tentu akan menjadi sumbangsih luar biasa dalam upaya membangun bangsa dan negara di abad yang penuh tantangan ini. Budaya kedua adalah budaya pengabdian. Teruslah melakukan pengabdian terhadap negara, mengabdi dari manapun. Menurut statistik, setelah para mahasiswa belajar di luar negeri lebih banyak yang kembali ke tanah air dibandingkan yang tinggal di luar negeri," kata SBY.
Presiden berharap, hasil dari simposium ini benar-benar bisa disumbangkan kepada pemerintahan mendatang, siapapun yang akan memimpin pemerintahan pada periode 2009 -2014 yang akan datang. "Saudara mengetahui sekarang ini kita sedang menyonsong Pilpres dan Pilwalpres yang insya Allah dilaksanakan 8 Juli mendatang," kata SBY.
Sebelumnya Ketua panitia simposium PPI, Ahmad Aditya mengatakan, tujuan diadakannya simposium adalah membahas situasi dan kondisi Indonesia, dan memberikan pandangan, masukan serta rekomendasi dari para mahasiswa dan profesional Indonesia di luar negeri, mengenai pembangunan Indonesia. Kegiatan ini diikuti PPI dari 33 utusan dari seluruh dunia," kata ujar Ahmad Aditya didampingi Peserta PPI dan Dubes Indonesia di Belanda, J.E, Habibie. Simposium Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda ini bertema Visi dan Misi Ilmuwan Indonesia di Luar Negeri. (win)



