Berita Utama
Senin, 6 Juli 2009, 18:01:21 WIB
Beredar Email Palsu Atasnamakan Andi Mallarangeng
Jakarta: Sejak kemarin saya mendapatkan kabar dari beberapa kawan mengenai adanya email palsu yang beredar di milis-milis tertentu, yang isinya sebenarnya black campaign dan mengatasnamakan saya, Andi Mallarangeng, kata Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, kepada wartawan hari Senin (6/7) sore, di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusumah."Isinya seolah-olah saya mengirim email dan bocor. Jadi saya ingin menegaskan bahwa email itu palsu, tidak benar sama sekali. Ini adalah black campaign yang dilakukan melalui dunia maya. Kalau dulu orang bisa membuat selebaran-selebaran gelap lalu mengatasnamakan orang lain, sekarang mereka menggunakan internet dengan email yang palsu lalu disebarkan ke mana-mana," kata Andi, mengklarifikasi.
"Pada kesempatan ini juga saya menggugah masyarakat pengguna internet di Indonesia, di mana makin lama makin besar penggunanya, mari kita memperlakukan apa-apa yang dianggap nilai-nilai yang berlaku di dunia nyata, mestinya berlaku juga di dunia maya. Bagi saya, dunia maya adalah perpanjangan tangan dari dunia nyata, sehingga apa yang dianggap penipuan dan pemalsuan di dunia nyata, haruslah juga dianggap sebagai penipuan dan pemalsuan di dunia maya," jelas Andi.
"Begitu juga apa yang dianggap black campaign di dunia nyata haruslah juga dianggap black campaign dalam dunia maya. Dengan demikian kita tidak mengalami gap antara nilai yang berlaku di dunia nyata dan nilai yang berlaku di dunia maya, oleh karena yang menggunakan internet di dunia maya adalah orang-orang yang tidak lepas dari konteks sosial dan nilai-nilai sosial," ujar Andi.
Menurut Andi, selain bentuk email, ada juga yang menggunakan atas nama saya di Face Book. "Tadi staf saya mengecek, ada sekitar 19 orang mengatasnamakan saya, dan berlaku seakan-akan Andi Mallarangeng. Walaupun saya tahu tujuannya untuk lucu-lucuan, tapi saya pikir ini sudah persentase di dunia nyata dan itu tidak dibenarkan. Untuk itu saya minta kawan-kawan yang melakukan itu, untuk menghentikannya," tambah Andi Mallarangeng. (win)



