Berita Utama
Selasa, 7 Juli 2009, 21:41:09 WIB
Dzikir dan Doa untuk Suksesnya Pilpres
SBY diantara para jamaah pada acara dzikir bersama di kediaman SBY, di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jabar, hari Selasa (7/7) petang. (foto: abror/presidensby.info)
Acara dzikir tersebut dilaksanakan usai menunaikan shalat Isya berjamaah di depan pendopo kediaman SBY. Doa dan zdikir dipimpin Habib Abdurrahman Al-Habsyi. Karena jamaah yang hadir lebih dari yang diperkirakan, akibatnya tempat yang disedaiakan tidak menampung sehingga jamaah meluber hingga melewati gerbang kompleks Puri Cikeas Indah
Dalam pengantarnya, ada tujuh harapan yang diungkapkan SBY kepada jamaah. Diantaranya SBY berharap agar Indonesia terus tumbuh dan berkembang. "Semoga Indonesia, negeri yang amat kita cintai ini, terus tumbuh dan berkembang menjadi bangsa dan negara yang maju bermartabat dan sejahtera," ujar SBY.
SBY juga berharap agar pemilihan Presiden dan Wakil Presiden besok 8 Juli berlangsung aman, tertib, lancar serta demokratis. "Semoga dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini dijauhkan dari cara-cara yang tidak terpuji seperti fitnah, kampanye hitam, kekerasan dan tindakan-tindakan curang," harap SBY. Jika dalam Pemilu ini ada pencemaran nama baik SBY, maka SBY akan menuntutnya secara hukum setelah 8 Juli 2009. "Saya punya hak untuk menuntutnya secara hukum nanti setelah 8 Juli, supaya tidak mengganggu proses yang baik ini," ujarnya.
SBY juga berharap agar semua pihak dapat menerima hasil Pemilu. "Bagi yang tidak berhasil juga ikhlas, menerima hasilnya dan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis yang justru tidak demokratis," jelasnya. Selain itu, SBY juga berharap agar KPU dan jajarannya bisa menyelenggarakan pemilihan presiden dan wakil presiden dengan baik serta tidak ada permasalahan menyangkut DPT.
"Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan besok, semua rangkaian pemilihan umum yang dilaksanakan pada tahun 2009 ini tujuannya adalah untuk kebaikan bangsa dan negara kita lima tahun mendatang. Saya berharap marilah kita pelihara persatuan, persaudaraan dan silaturrahmi diantara kita. Mungkin diantara keluarga besar Bapak dan Ibu ada yang berbeda pilihannya, mungkin dalam satu RT pun belum tentu sama pilihannya. Handai taulan, teman sekantor, sekerja juga bisa berbeda. Apapun itu hak mereka masing-masing untuk menjatuhkan pilihannya. Mari terus taburkan kasih sayang diantara kita semua," kata SBY menutup pengantarnya. (mit)



