Berita Utama

Presiden SBY Kecam Aksi Peledakkan Bom

Presiden SBY, didampingi Menko Polhukkam, Panglima TNI, dan Kapolri menyampaikan keterangan pers soal ledakkan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, di halaman depan Kantor Presiden, Jumat (17/7) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Menko Polhukkam, Panglima TNI, dan Kapolri menyampaikan keterangan pers soal ledakkan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, di halaman depan Kantor Presiden, Jumat (17/7) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam keras aksi peledakkan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan Jakarta, Jumat (17/7) pagi. “Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita. Terjadi lagi serangan atau pengeboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok terorisme, meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini,” kata Presiden SBY dalam keterangan persnya di halaman depan Kantor Presiden, Jumat (17/7) siang.

“Aksi yang tidak berperikemanusian ini juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, atas nama negara dan pemerintah, dan selaku pribadi, kepada para keluarga saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga saudra-saudara kita yang menjadi korban hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar SBY.

Aksi pemboman yang keji, tidak berperikemanusiaan serta tidak bertanggungjawab itu, terjadi ketika bangsa Indonesia baru saja selesai melakukan pemungutan suara dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan ketika KPU sedang menghitung hasil pemungutan suara itu. “Kejadian yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tetap aman, tenang, dan damai. Dan justru rakyat ingin agar selesainya pemilihan umum 2009 ini, kita semua segera bersatu membangun kembali negara kita untuk kepentingan rakyat Indonesia,” SBY menjelaskan.

“Terus terang juga, aksi pengeboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elite, disertai --sebagaimana yang saya ikuti tiap hari-- ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh dengan permusuhan. Itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu,” ujar SBY.

Presiden SBY yakin, hampir semua merasa prihatin, berduka, dan menangis dalam hati. “Seperti juga yang saya rasakan. Memang ada segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas, bersorak dalam hati, disertai nafsu amarah dan keangkaramurkaan. Mereka, segelintir orang itu tidak memiliki rasa kemanusiaan, tidak peduli dengan kehancuran negara kita akibat aksi teror ini yang dampaknya luas bagi ekonomi kita, iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra kita di mata dunia dan lain-lain lagi,” SBY menandaskan.

Mendampingi Presiden SBY saat memberikan keterangan pers, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Djoko Santoso, Menkominfo M. Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi. (osa)