Berita Utama

Kendati Disarankan Istirahat, SBY Tetap Utamakan Tugas

Presiden SBY meninjau Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, hari Sabtu (18/7) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY meninjau Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, hari Sabtu (18/7) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Cikeas: Tim Dokter Kepresidenan menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk beristirahat pada libur panjang akhir pekan ini. Namun dengan adanya musibah ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat (17/7) pagi, membuat Presiden SBY harus tetap bekerja. "Tentu saya mengutamakan tugas. Tugas adalah segalanya. Dalam kondisi apapun tugas adalah yang utama," kata Presiden SBY di Pendopo Puri Cikeas, Sabtu (18/7) petang.

"Tadi saya juga menerima laporan tentang kelanjutan investigasi dari Kapolri dan Kepala BIN. Saya juga sempat mengunjungi lokasi pemboman. Minggu ini sangat penting untuk kita melakukan investigasi. Mudah-mudahan tidak terlalu lama kita bisa mengungkap kejadian ini," ujar SBY. "Semoga semua tugas bisa kita kerjakan dengan baik."

Presiden SBY juga menerangkan bahwa teror bom bukan hanya membuat masyarakat Indonesia bersedih, tapi juga PBB dan negara-negara sahabat. "Mereka juga telah mengeluarkan pernyataan untuk membantu Indonesia. Saya tentu bersyukur dengan pandangan dunia, sebenarnya prestasi Indonesia sangat dihargai dunia. Bukan hanya ekonomi kita yang tumbuh, juga kondisi keamanan yang stabil. Duniapun menyebut Indonesia sebagai model," SBY menjelaskan. "Benar, dunia disamping berempati kepada kita, juga mengulurkan bantuan kepada kita," tegas SBY. (osa)