Berita Utama
Selasa, 4 Agustus 2009, 16:00:23 WIB
Presiden SBY:
Terlalu Dini Membicarakan Kabinet Mendatang
Presiden SBY memberikan keterangan pers hari Selasa (4/8) siang, di halaman depan Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Demikian dikatakan Presiden SBY dalam keterangan persnya, hari Selasa (4/8) sore, di halaman depan Kantor Kepresidenan. Namun demikian, Presiden tetap berprinsip terbuka terhadap pemikiran-pemikiran yang dapat mendatangkan kebaikan, baik bagi pemerintah, baik bagi rakyat dan baik bagi negara.
”Kalau kabinet, belum. Saya mengikuti perkembangannya di media massa selama ini. Kira-kira sudah satu atau dua minggu ini, mulai membicarakan perihal kabinet pada pemerintahan yang akan datang. Saya juga mendengarkan banyak sekali pandangan dari saudara-saudara kita, dari publik, dari pengamat dan dari rakyat, yang kira-kira kalau saya pahami, kabinet mendatang betul-betul kabinet kerja, kabinet yang professional, kabinet yang bisa menjalankan tugas dengan baik. Saya kira cocok dengan apa yang saya pikirkan juga. Dan saya juga mendengar jangan sampai menjadi dagang sapi, jangan sampai presiden terpilih itu didikte oleh partai partai politik untuk mewadahi jago-jagonya,” kata SBY.
”Saya mendengar semuanya, dan percayalah pada saatnya nanti. Sekarang belum. Ini kan sekarang tahapannya kita masih mengikuti persidangan di Mahkamah Konstitusi, jika insya Allah MK mengukuhkan, katakanlah apa yang disampaikan KPU hasil Pilpres dan Wapres tahun ini, dan jika insya Allah saya terpilih kembali, yang ada dari sekarang ini sampai dengan 20 Oktober adalah satu masa transisi. Ini juga terjadi di parlemen. Bahkan saya kira lebih cepat lagi di pemerintahan juga. Jadi tentu tugas Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada masa transisi ini mengutamakan terlebih dahulu seperti apa agenda dan prioritas pemerintah lima tahun mendatang,” ujar SBY.
”Kalau membicarakan kabinet dan membayangkan struktur, barangkali meskipun ada UU yang harus kita pedomani untuk menyusun kabinet, tetapi barangkali kita mengambil pelajaran dari lima tahun ini. Mana yang harus kita tajamkan fungsi dari masing-masing departemen. Kita bikin tajam dan banyak hal, agar pemerintahan mendatang lebih efektif. Kita juga mengetahui, dan ini banyak disuarakan di mana-mana. Ingat, sistem yang kita anut adalah sistem kabinet presidensiil, bukan kabinet parlementer, meskipun saya pernah mengatakan demokrasi yang kita anut ini demokrasi multi partai. Sebenarnya tidak klop benar antara kabinet presidensil dengan demokrasi multi partai,” jelas SBY.
Oleh karena itu, lanjut SBY, jalan tengahnya atau solusinya tetap kabinet presidensil. "Tetapi agar terjadi stabilitas politik yang baik dan pemerintah bisa bekerja dengan baik pula, maka sebagaimana yang terjadi pada periode ini maupun periode sebelumnya, di jajaran eksekutif utamanya kabinet, kita juga mewadahi unsur atau representasi dari partai-partai politik tertentu. Demikian juga di tingkat DPR atau parlemen, juga ada semacam koalisi itu, meskipun tidak tajam benar sebagaimana sistem kabinet parlementer. Ada the ruling party ada the opposition party, tapi hakekatnya semacam itu," tabahnya
Menurut Presiden, koalisi yang sudah terbangun pada pemilihan presiden yang lalu itu menjadi format utama, sebenarnya menyangkut kebersamaan nanti, baik di kabinet maupun di DPR-RI. Namun demikian selalu ada ruang untuk kebersamaan yang lebih luas lagi ke depan, dengan catatan semuanya harus dijamin keadilannya. ”Keadilannya itu, dalam perjuangan kemarin itu misalnya, saya berjuang bersama-sama partai-partai tertentu yang berkoalisi, tentu menjadi pertimbangan utama dan andaikata ke depan ada kebersamaan yang lebih luas, tentu ditata. Sekali lagi kuncinya betul-betul adil,” tutur SBY.
”Dan ini sedang bergerak, sedang mengalir. Saya selalu terbuka terhadap pemikiran-pemikiran yang dapat mendatangkan kebaikan, baik bagi pemerintah, baik bagi rakyat, baik bagi negara. Prinsip saya begitu. Dan menurut saya, terlalu dini untuk kita membicarakan seperti apa struktur kabinet yang bakal kita tetapkan pada periode mendatang, apalagi menyangkut siapa-siapa yang akan ada didalam kabinet apalagi kalau tiba-tiba bicara jatah-jatahan. Malu kepada rakyat. Saya, jika insya Allah memimpin kembali, memiliki pertimbangan yang tentu baik, menjamin keadilan, menjamin tercapainya tujuan yang baik dari susunan pemerintahan yang akan datang,” kata SBY. (win)



