Berita Utama
Jumat, 7 Agustus 2009, 16:31:46 WIB
SBY Buka Silatnas Raja dan Sultan Nusantara
Presiden SBY bersilaturahmi pada pembukaan Silatnas Raja dan Sultan Nusantara, Jumat (7/8) siang, di Istana Merdeka. (foto: abror/presidensby.info)
Dalam sambutannya Presiden SBY menyambut baik usulan Badan Pekerja (BP) Silatnas ini untuk membangun semacam museum atau galeri nasional yang menampilkan peninggalan kerajaan atau kesultanan --apapun namanya-- di nusantara ini. ”Saya meminta kepada saudara Menteri Kebudayan dan Pariwisata, Mendiknas dan menteri terkait di bawah kordinasi Menkokesra, ajak bicara para ahli sejarah, budayawan, para penerus dan pewaris kerajaan dan kesultanan untuk merumuskan seperti apa galeri nasional yang hendak kita wujudkan itu," kata SBY.
"Coba diperiksa barangkali masih ada tempat yang luas di Taman Mini Indonesia Indah, karena ini memerlukan ruang atau pelataran yang luas sehingga dalam harapan saya, pelajar, mahasiswa, wisatawan, tamu-tamu dari negara sahabat bisa berkunjung ke situ,” SBY menambahkan.
Presiden SBY meminta pembangunan galeri itu segera diwujudkan, kalau bisa dalam waktu enam bulan sudah bisa diajukan. Lalu didiskusikan. "Sekali kita membangun itu betul-betul bisa menjadi suatu landmark, suatu museum yang menjadi kebanggaan kita, karena di stulah bangsa Indonesia memiliki peradaban, memiliki sejarah dan kebudayaan yang sungguh unggul yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain,” SBY menegaskan.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang memiliki kepedulian, perhatian serta komitmen yang tinggi terhadap bangsa dan negara. ”Kita sendiri yang harus menyelamatkan bangsa dan negara kita. Kita sendiri yang berkwajiban untuk menjaga ketentraman, kedamaian dan kerukunan diantara kita. Bangsa Indonesia memang bangsa yang majemuk, majemuk dari segi agama, suku, etnis, bahasa dan banyak lagi identitas yang berbeda-beda satu sama lain. Tetapi kemajemukan ini tidak boleh menghalang-halangi untuk kita sungguh bersatu. Kita bisa hidup rukun dan mengembangkan suasana yang penuh dengan kedamaian,” ujar SBY.
Sebelumnya Ketua BP Silatnas Raja dan Sultan Nusantara KRAT Mashud Toyib Adiningrat melaporkan, pada Silatnas ini hadir 135 Raja dan Sultan serta 15 Permaisuri dan Putri Mahkota, Pangeran dan kerabat Raja dan Sultan. ”Salahsatu tujuan Silatnas ini adalah mengembalikan jati diri dan identitas raja dan sultan nusantara. Selain itu memohon kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan keberadaan raja dan sultan serta kerajaan dan kesultanan nusantara,” tuturnya.
Mereka juga berharap dapat diikutsertakan dalam penyusunan dan proses pembuatan RUU Hukum dan Adat. Para raja dan sultan mempunyai adat-istiadat tersebut serta meminta pemerintah untuk mengembalikan sejarah yang berkaitan dengan sejarah kerajaan dan kesultanan nusantara pada sekolah-sekolah. "Karena saat ini masyarakat lebih banyak mengenal sejarah bangsa lain dibandingkan mengenal sejarah budaya bangsa sendiri,” KRAT Toyib Adiningrat menjelaskan.
Hadir mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Menkominfo Muh.Nuh, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, dan Menbudpar Jero Wacik. (win)



