Berita Utama

Minum Dulu, SBY Juga Manusia Biasa

Presiden SBY menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Rapat Paripurna DPR-RI, di Gedung MPR/DPR-RI, hari Jumat (14/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Rapat Paripurna DPR-RI, di Gedung MPR/DPR-RI, hari Jumat (14/8) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Membacara naskah pidato setebal 40 halaman tanpa berhenti, tentu bukan pekerjaan mudah. Kerongkongan jadi kering.
Itu pula yang terjadi saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato kenegaraannya, Jumat (14/8) pagi di depan Rapat Paripurna DPR RI dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 di Gedung MPR/DPR-RI.

"Maaf, sebentar ya, SBY juga manusia biasa," kata SBY, lantas mengambil gelas berisi air di depannya, dan meneguknya. Lega, para undangan tertawa, malah ada yang bertepuk tangan. Presiden pun haus. Setelah seteguk dua teguk, SBY kemudian melanjutkan pidatonya.

Menurut Presiden, pada tahun 2009 ini, menyambut peringatan Hari Kemerdekaan pada bulan Agustus, ada tradisi baru dalam pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden. " Pada bulan Agustus tahun ini saya menyampaikan pidato kenegaraan di depan parlemen sebanyak tiga kali. Pertama adalah pidato untuk mengantarkan RAPBN Tahun Anggaran 2010 Beserta Nota Keuangannya tanggal 3 Agustus lalu di depan Dewan Perwakilan Rakyat, dan yang juga dihadiri oleh pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah," katanya.

"Yang kedua adalah pidato ini, yang saya sampaikan menjelang peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan kita, di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tema besar Refleksi Kemerdekaan dan Dinamika Perjalanan Bangsa. Dan yang ketiga adalah pidato yang insya Allah akan saya sampaikan di hadapan Dewan Perwakilan Daerah, dengan tema utama Pembangunan Nasional, utamanya aspek pembangunan daerah. Oleh karena itu hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan dan dinamika pembangunan yang sedang kita jalankan, termasuk capaian dan tantangannya, akan saya sampaikan pada pidato di hadapan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah nanti. Ketiga pidato ini adalah suatu rangkaian pidato tahunan Presiden yang disampaikan kepada rakyat Indonesia di hadapan wakil-wakil rakyat," tambahnya.(win)

 

Link Terkait: