Berita Utama
Senin, 17 Agustus 2009, 00:34:48 WIB
Renungan Suci Mengenang Jasa Para Pahlawan
Jakarta: Tepat pukul 00.00 WIB hari Senin tanggal 17 Agustus 2010, seluruh lampu yang menerangi area Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dipadamkan. Hanya ada obor dan lampu-lampu kecil yang menyala, ditambah sinar bulan separuh bayang, membuat suasana jadi jadi syahdu, sekaligus mencekam. Dalam cahaya temaram ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai Inspektur Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci untuk menghormati para pejuang yang mengorbankan kehidupan mereka untuk kemerdekaan Republik Indonesia, 64 tahun yang silam.Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang diadakan sebagai rangkaian peringatan HUT ke 64 Hari Kemerdekaan RI ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, pimpinan lembaga tinggi negara, sejumlah pejabat negara, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo serta pimpinan TNI/Polri. Presiden SBY hadir didampingi Ibu Negara, dan Wapres Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah JK, yang tiba di tempat beberapa menit sebelum upacara dimulai.
Acara renungan berlangsung sekitar 15 menit dengan penuh khidmad, dimulai dengan penyalaan obor, tembakan kehormatan, dilanjutkan dengan penghormatan oleh Presiden kepada para pahlawan bangsa.
"Kami yang hadir hari ini, Senin tanggal 17 Agustus 2009, pukul 00.00 WIB pada upacara mengenang arwah dan jasa para pahlawan nusa dan bangsa yang telah bersemayam di taman makam ini, tokoh nasional 38 pahlawan, tidak dikenal 43 pahlawan, jumlah 8.884 pahlawan. Begitupun para pahlawan yang tidak dikenal nama dan tempatnya di kota-kota, di dusun-dusun, di lereng-lereng gunung, di lembah-lembah, ngarai dan di dasar-dasar lautan. Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas pengorbanan dalam mengabdi kepada perjuangan demi kebahagiaan nusa dan bangsa," kata SBY selaku inspektur upacara. "Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami juga. Dan jalan yang ditempuh adalah jalan kami juga. Kami berdoa supaya arwah saudara-saudara semua diterima di sisi-Nya," tambahnya.
Upacara diakhiri dengan mengheningkan cipta dan pembacaan doa oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni. Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden SBY memberikan penghormatan terakhir kepada para pejuang yang telah tiada. Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan kegiatan tahunan menjelang peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus, untuk mengenang jasa-jasa pahlawan nasional dalam merebut kemerdekaan Indonesia. (mit)



