Berita Utama

Presiden: Kita Senang di Mana-mana Yang Muncul Warna Merah Putih

Presiden SBY dan Ibu Negara  bersilaturahmi dengan Paskibraka dan para teladan,  di  Jakarta International Expo Kemayoran, hari Selasa (18/8) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara bersilaturahmi dengan Paskibraka dan para teladan, di Jakarta International Expo Kemayoran, hari Selasa (18/8) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Pemilu sudah usai, sekarang saatnya kita bersatu kembali. "Oleh karena itu saya senang melihat perayaan Hari Kemerdekaan di seluruh Indonesia yang kita saksikan di layar televisi dan kita dengarkan di mana-mana, warna yang muncul adalah warna merah dan putih. Disitulah makna persatuan kita. Bersatunya kita kembali setelah satu tahun kemarin negara kita menjalankan pemilihan umum," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara silaturahmi dengan pasukan Paskibraka, Paduan Suara Nasional, dan Orkestra Gita Bahana Nusantara, serta para Teladan Nasional di Hall D1, Jakarta International Expo Kemayoran, Selasa (18/8) pagi.

Bersatu adalah kunci dari keberhasilan. "Meskipun kita menghadapi krisis berkali-kali, jangan pernah menyerah. Kita harus tegar, bangkit kembali, dan melangkah maju. Tidak ada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang mulia. Oleh karena itu jika ingin maju ya harus bekerja keras dan berpikir cerdas," ujar SBY.

Kepada lebih kurang 2000 hadirin, Presiden SBY menyampaikan bahwa besok Presiden akan menyampaikan pidato yang ketiga dalam rangkaian HUT ke-64 Kemerdekaan, yaitu Pidato Kenegaraan Presiden di hadapan Dewan Perwakilan Daerah. "Yang ingin saya sampaikan adalah kita membangun bangsa dan negara ini, membangun manusia seutuhnya, membangun semua daerah dan wilayah sehingga kedepan kita harus maju bersama-sama, dan makmur bersama-sama, tidak boleh maju sendiri-sendiri dan makmur sendiri-sendiri," seru SBY.

"Karena itulah pembangunan harus berangkat dari kebijakan, strategi, dan program-program yang memungkinkan seluruh Indonesia dibangun secara serentak. Tidak boleh ada provinsi, kabupaten, dan kota yang maju sekali dan meninggalkan, melupakan, tidak peduli kepada daerah yang tertinggal. Pendek kata, sumber daya yang kita miliki secara nasional harus kita gunakan secara adil dan merata. Namanya pembangunan untuk semua. Anggaran yang dimiliki negara juga digunakan untuk membangun secara adil dan merata. Termasuk upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk di dalamnya pegawai negeri dan abdi negara," SBY menerangkan.

Itu telah menjadi komitmen, amanah dan tugas pemerintah. "Saya sudah menyampaikan berkali-kali, tugas pemerintah terutama yang paling depan, teruslah meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi rakyat. Rakyat adalah segalanya, segalanya untuk rakyat. Jangan kita bermalas-malas, bersikap pasif, jangan tidak terdorong untuk melayani rakyat. Siap saudara? Mari kedepan kita tingkatkan pelayanan yang terbaik bagi rakyat. Negara dan pemerintah memberikan apresiasi kepada saudara. Imbalannya, berikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada rakyat kita di seluruh tanah air," ujar SBY. (osa)