Berita Utama
Selasa, 18 Agustus 2009, 16:30:15 WIB
Pawai Budaya di Halaman Depan Istana Merdeka
Presiden SBY menabuh dhung-dhong untuk memulai Pawai Budaya Nusantara di halaman depan Istana Merdeka, hari Selasa (18/8) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Perayaan ini adalah bagian dari peringatan HUT ke 64 Kemerdekaan Indonesia, dengan menampilkan materi kesenian yang bertemakan kebebasan, kreativitas, dan kemandirian. Presiden membuka secara resmi kegiatan ini, dengan menabuh Dhung-dhong, alat musik tradisional dari Yogyakarta.
Presiden dan Ibu Negara tampak antusias dan serius memperhatikan aktraksi budaya yang disajikan, sesekali tertawa dan memberi aplaus kepada peserta. Dalam pawai yang juga disaksikan ribuan undangan dan masyarakat umum ini diawali dengan tampilnya Gelegar Swara Nusantara, Garuda Mahardika yang menampilkan berbagai alat musik nusantara sebagai gambaran persatuan dalam langkah dan irama. Sementara Gruda Mahardika yang mengepakkan sayapnya di bumi nusantara menunjukkan kekuatannya setelah sekian masa menjadi penyatu di negeri ini .
Pawai berikutnya menyusul sajian dari 33 provinsi, dimulai dari Provinsi Banten, Aceh, Jabar, Sumbar, Kalteng, Sumsel, Yogyakarta, Lampung, NTT, Sumut, Sultra, Jatim, Maluku, Kalbar, DKI Jakarta, Maluku Utara, Sulsel, Bengkulu, Belitung, Kalsel, Riau, Sulbar, Papua Barat, Jambi, Sulut, Papua, Bali, Kaltim, NTB, Jateng, Sulteng, Gorontalo, dan diakhiri pawai Lenggang Bukit Bahari, Tembang Junjung Pertiwi , Solo Batik Carniva dan Gelora Junjung Pertiwi.
Kesenian yang dikirim pemerintah daerah setempat juga dinilai oleh dewan juri yang diketuai Didi Petet. Di akhir acara, Presiden SBY menyerahkan piala kepada tiga penampil terbaik, masing-masing dari Provinsi Bali, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Barat. (win)



