Berita Utama

Pawai Budaya di Halaman Depan Istana Merdeka

Presiden SBY menabuh dhung-dhong untuk memulai Pawai Budaya Nusantara di halaman depan Istana Merdeka, hari Selasa (18/8) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menabuh dhung-dhong untuk memulai Pawai Budaya Nusantara di halaman depan Istana Merdeka, hari Selasa (18/8) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara beserta Wapres Jusuf Kalla, hari Selasa (18/8) sore membuka sekaligus menyaksikan Pawai Budaya Nusantara Tahun 2009 yang digelar di halaman depan Istana Merdeka. Pawai Budaya yang berawal dari lapangan sekitar Masjid Istiqlal dan berakhir di pintu Monas ini diikuti lebih dari 2.800 personil yang datang dari 33 provinsi di Indonesia.


Perayaan ini adalah bagian dari peringatan HUT ke 64 Kemerdekaan Indonesia, dengan menampilkan materi kesenian yang bertemakan kebebasan, kreativitas, dan kemandirian. Presiden membuka secara resmi kegiatan ini, dengan menabuh Dhung-dhong, alat musik tradisional dari Yogyakarta.

Presiden dan Ibu Negara tampak antusias dan serius memperhatikan aktraksi budaya yang disajikan, sesekali tertawa dan memberi aplaus kepada peserta. Dalam pawai yang juga disaksikan ribuan undangan dan masyarakat umum ini diawali dengan tampilnya Gelegar Swara Nusantara, Garuda Mahardika yang menampilkan berbagai alat musik nusantara sebagai gambaran persatuan dalam langkah dan irama. Sementara Gruda Mahardika yang mengepakkan sayapnya di bumi nusantara menunjukkan kekuatannya setelah sekian masa menjadi penyatu di negeri ini .

Pawai berikutnya menyusul sajian dari 33 provinsi, dimulai dari Provinsi Banten, Aceh, Jabar, Sumbar, Kalteng, Sumsel, Yogyakarta, Lampung, NTT, Sumut, Sultra, Jatim, Maluku, Kalbar, DKI Jakarta, Maluku Utara, Sulsel, Bengkulu, Belitung, Kalsel, Riau, Sulbar, Papua Barat, Jambi, Sulut, Papua, Bali, Kaltim, NTB, Jateng, Sulteng, Gorontalo, dan diakhiri pawai Lenggang Bukit Bahari, Tembang Junjung Pertiwi , Solo Batik Carniva dan Gelora Junjung Pertiwi.

Kesenian yang dikirim pemerintah daerah setempat juga dinilai oleh dewan juri yang diketuai Didi Petet. Di akhir acara, Presiden SBY menyerahkan piala kepada tiga penampil terbaik, masing-masing dari Provinsi Bali, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Barat. (win)