Berita Utama
Kamis, 20 Agustus 2009, 11:00:14 WIB
Menghadapi Separatisme dan Terorisme
Harus Terbuka, Tidak Ada Yang Gelap dan Aneh
Presiden SBY memeriksa pasukan pada upacara pemberian Brevet Komando Kehormatan Kopassus, di Lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, hari Kamis (20/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
"Terbuka, tidak ada yang gelap, tidak ada yang aneh-aneh. Kita tidak menganut model seperti Guantanamo misalnya. Tetapi terang dan transparan. Juga sesuai UU dan aturan main. Ini penting, karena kita punya pengalaman tidak baik pada waktu yang lalu, dan tidak boleh terjadi lagi di negeri ini. Mari kita bersumpah dan bertekad, tugas negara kita jalankan, pertahanan, keamanan, tetapi tidak dengan cara melanggar UUD, tidak melanggar UU dan tidak melanggar aturan yang berlaku," tambahnya.
"Tegas dan jelas, dan tidak boleh ada yang ragu-ragu bertindak untuk keselamatan rakyat kita. Sama dengan memberantas korupsi, tidak boleh kita ragu-ragu dan lunak, karena itu menyangkut masa depan kita. Demikian juga keselamatan bangsa kita dari ancaman terorisme itu," kata Presiden SBY.(win)



