Berita Utama
Minggu, 30 Agustus 2009, 19:11:45 WIB
Buka Puasa Bersama di Kediaman Ketua DPD-RI
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara berbuka puasa bersama di kediaman Ketua DPD-RI Ginandjar Kartasasmita, hari Minggu (30/8) petang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Sebelum berbuka puasa Presiden SBY dalam sambutannya berharap agar diwaktu mendatang DPD makin berperan sehingga chek and balance itu betul -betul makin tertata dengan baik. "Karena tidak boleh ada kekuasaan yang begitu absolut di negeri ini. Kalau kekuasaan itu absolut, maka mengganggu chek and balance, dan bisa salah," kata SBY di hadapan para undangan yang sebagian besar anggota DPD yang baru terpilih, yang kebetulan sedang mengikuti orientasi di Jakarta.
"Dulu barangkali presiden sangat kuat. Oleh empat kali amandemen banyak dilucuti, makin menyempit, makin sedikit, tetapi bagi saya sebagai presiden yang kekuasaannya sudah jauh berkurang dibandingkan yang lalu, itu juga berkah. Dengan demikian tidak tergoda untuk meyalahgunakan kekuasaan. Kekuasaan presiden memang tidak tak terbatas, apalagi sekarang ini, sehingga kekuasaan yang ada itupun bisa digunakan dengan baik, dengan chek and balance," kata SBY.
"Bapak dan ibu dipilih oleh rakyat by name. Allhamdulillah, saya dengan Pak Boediono juga dipilih oleh rakyat by name. Oleh karena itu mari kita pertanggung jawabkan kepercayaan dan kehormatan ini dengan sebaik-baiknya. Diantara kita tentu disamping memiliki kelebihan dan kekuatan, kita juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Tapi kalau kita bersinergi , kita bersatu padu. insya Allah seberat apapun persoalan dan tugas yang menghadang kita, kita bisa selesaikan dengan baik," tambahnya. "Harapan saya dalam kehidupan ketatanegaraan ke depan, masing -masing saling menghormati otoritas lembaga-lembaga negara yang lain, memberikan ruang lembaga itu berperan secara baik. Dengan demikian hasilnya pastilah membawa kebaikan," harap SBY. (win)



