Berita Utama
Senin, 31 Agustus 2009, 12:10:12 WIB
SBY Beri Maaf Kepada Pengirim SMS Ancaman
Jakarta: Pelaku ancaman terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui pesan singkat atau short message service (sms) kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono sudah mengirimkan surat permintaan maaf. Presiden SBY sendiri sudah memberikan maaf."Bapak Presiden sendiri mengatakan, kalau memang ancaman itu bukan ancaman serius dan yang bersangkutan menyesali, tentu saja Presiden SBY memberikan maaf. Bagi Presiden, yang penting hal ini bukan ancaman yang serius," Jubir Presiden, Andi A Mallarangeng mengatakan hal itu dalam konferensi persnya di Kantor Presiden, Senin (31/8) siang.
Beberapa waktu terakhir, ada satu sms dari seseorang yang sama dan berkali-kali mengancam Presiden. Sehingga kemudian, berdasarkan peraturan yang berlaku, masalah ini langsung diserahkan kepada aparat yang berwenang, dalam hal ini kepolisian, untuk menginvestigasi apakah ancaman tersebut serius atau hanya main-main.
"Jangan sekali-sekali mengancam kepada Presiden dan mengancam melakukan kekerasan," Andi menjelaskan. "Kalau itu dlilakukan maka harus diinvestigasi sesuai dengan aturan, apakah ancaman seperti itu nyata, serius, atau iseng-iseng ataupun karena dilakukan orang yang terganggu jiwanya."
SMS ancaman yang dikirimkan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Pandeglang, Banten, ini sesungguhnya hanya meminta perhatian pemerintah mengenai masalah keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan PLN di daerah tempat tinggalnya. Menanggapi masalah tersebut, Presiden SBY langsung menugaskan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa untuk menghubungi pimpinan PLN. Tujuannya agar persoalan ini tidak harus mencari perhatian kepada presiden dengan cara-cara yang tidak pantas. Mudah-mudahan hal itu bisa diselesaikan jika itu merupakan solusi yang kuat," Andi menambahkan. (mit)



