Berita Utama
Senin, 7 September 2009, 21:44:56 WIB
Presiden pada Peringatan Nuzulul Quran:
Untuk Jadi Bangsa Maju Kita Harus Mandiri, Berdaya Saing dan Berperadaban Unggul
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran, di Istana Bogor,hari Senin (7/9) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Tema yang diangkat pada peringatan Nuzulul Quran tahun ini adalah Dengan semangat Nuzulul Quran kita bangun kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing Nasional. "Tema ini saya nilai tepat dan relevan dengan agenda nasional yang sedang kita galakkan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu program prioritas pemerintah lima tahun belakangan ini, dan Insya Allah juga akan menjadi prioritas dalam lima tahun ke depan," SBY menerangkan.
"Tema ini juga sejalan dengan perintah Allah SWT yang diturunkan untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Ramadhan 13 tahun sebelum hijrah. Surat yang pertama kali turun, berisi perintah untuk membaca, Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Perintah membaca adalah awal dan inti dari sebuah proses pembelajaran. Dengan membaca, kita memperoleh pengetahuan yang luas dan membuka cakrawala akan kemahabesaran Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta," terang SBY.
Perintah yang terkandung dalam ayat yang pertama kali turun itu menunjukkan bahwa membaca merupakan aktivitas yang mendasari proses pembangunan masyarakat berpengetahuan yang sekaligus menjadi masyarakat berketuhanan. "Aktivitas membaca juga merupakan awal dari tumbuhnya kecerdasan intektual dan merupakan aktivitas berfikir dan belajar yang lebih komprehensif. Dan penyebutan atas nama Tuhan, sebagai aktivitas berdzikir, merupakan kegiatan dari kecerdasan spiritual untuk selalu mengingat Allah SWT dalam segala dinamika kehidupan di alam fana ini," lanjutnya.
"Sebagaimana sering saya katakan, untuk menjadi bangsa yang maju, bermartabat, dan sejahtera, kita memerlukan tiga syarat fundamental, yaitu kemandirian, daya saing, dan peradaban bangsa yang unggul mulia. Kemandirian merupakan jati diri bangsa kita yang telah terbangun melalui perjalanan sejarah yang sangat panjang. Daya saing, merupakan cerminan dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan peradaban yang unggul dan mulia adalah wujud nyata dari sosok bangsa yang berkarakter, beriman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan," ujar SBY.
Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat membangun kehidupan bangsa yang lebih maju dan sejahtera. "Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat membangun masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berahlak mulia," tambahnya.
"Sebagai umat Islam, kita harus yakin dan percaya bahwa untuk dapat memiliki kehidupan yang maju dan sejahtera kita perlu meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah telah membuktikan, bahwa peradaban Islam sejatinya adalah peradaban ilmiah. Sebuah peradaban yang sarat dengan pemikiran intelektual, inovasi teknologi, serta pengabdian kemanusiaan dan kemaslahatan," tegas SBY. (osa)



