Berita Utama

"Untuk Aksi 100 Hari Sudah 90 Persen Jadi, untuk Aksi Lima Tahun Sudah 80 Persen"

Jakarta: Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, dalam kapasitasnya sebagai Presiden terpilih 2009 - 2014, bersama Prof. Boediono, telah menyiapkan program 100 hari. "Ini sudah 90 persen jadi," kata SBY saat berdialog dengan wartawan di Istana Negara, Kamis (17/9) malam.

"Untuk rencana aksi lima tahun mendatang itu sudah 80 persen jadi. Pakta integritas, kontrak kepribadian antara saya dengan yang saya angkat, draftnya sudah jadi. Kontrak kinerja draftnya sudah jadi. Kemudian aturan, karena ini demokrasi multipartai meskipun sistem kabinet presidensiil, sebagai Presiden punya prerogatif sesui ketentuan konstitusi, namun demikian ada semacam koalisi, representasi dari partai-partai. Ini harus ada aturan main, kalau tidak ada aturan main, bisa ganjil," jelas SBY.

Hubungan eksekutif dengan legislatif, lanjut SBY, harus tetap kritis karena begitulah undang-undang. "Tapi tentu ada kode etik ketika kita berada dalam satu wilayah koalisi. Aturan main ini masih dalam proses sehingga empat dokumen strategis yang sedang saya persiapkan untuk pemerintahan mendatang sudah mencapai 85 persen. Masih ada waktu beberapa saat lagi. Jatuh tempo saya tanggal 20 Oktober 2009 sebagai Presiden masa bakti 2004 - 2009," tambahnya.

Berdasarkan evaluasi 5 tahun ini dan pengalamannya dalam memimpin, SBY mengetahui fungsi mana yang selama ini kurang dijalankan dengan baik. Ada yang tumpang tindih menjadi boros dan tidak efisien. Ada yang fungsi tidak jelas siapa yang paling bertanggungjawab atau ada pula yang tidak tepat benar letaknya. "Ini yang sedang saya tata kembali. Fungsi itu harus jelas, kongkrit, dan nyata," ujar SBY.

Dengan demikian, diharapkan, para menteri nantinya sudah punya rujukan pasti. Apakah itu program seratus hari atau program lima tahun. "Di situ akan mudah pada saat fit and proper test. Saya dipilh rakyat, saya bertanggungjawab kepada rakyat. Menteri diangkat Presiden, bertanggungjawab kepada Presiden," jelasnya.

Mengenai dari mana menteri diambil, SBY menjawab sama seperti kabinet sekarang ini, sebagian tentu representasi dari partai politik koalisi dan sebagian lagi dipilih mereka yang bukan dari Parpol. "Sebagai contoh Dephan misalnya, saya akan pilih calon yang lebih netral dan tidak berasal dari parpol. Jabatan BUMN, saya pilih yang bukan dari partai politik. Dan sejumlah posisi yang menurut saya lebih baik bukan dari parpol agar mengurangi kecurigaan.Saya ingin capaian lebih baik lima tahun mendatang," tegas SBY. (osa)