Berita Utama

"Terima Kasih, Pak Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah"

Presiden SBY  dan Ibu Negara  foto bersama seluruh Kabinet Indonesia Bersatu dan keluarga, di tangga Istana Merdeka, hari Jumat (16/10) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara foto bersama seluruh Kabinet Indonesia Bersatu dan keluarga, di tangga Istana Merdeka, hari Jumat (16/10) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, atas kebersamaan dan kerjasamanya selama lima tahun memimpin pemerintahan. ” Saya berharap Pak Jusuf Kalla tetap dapat berperan mengabdi pada bangsa dan negara,” kata Presiden SBY saat memberikan sambutan pada acara perpisahan dengan Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, hari Jumat (16/10) siang.

”Khusus kepada Pak Jusuf Kalla dan Ibu Ida, saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan selama ini. Lima tahun bersama-sama di kabinet, bahkan sesungguhnya sebelumnya kita bekerjasama. Sejak kita menjadi anggota BP MPR tahun 1997, kemudian bersama-sama menjadi menteri pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid dan kepemimpinan Ibu Megawati Sukarnoputri. Saya berharap Pak Jusuf Kalla tetap dapat berperan mengabdi pada bangsa dan negara ,” ujar SBY.

”Tadi saya berbincang-bincang dengan beliau sebelum acara ini dimulai. Saya senang Pak Jusuf ingin terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara, antara lain beliau berkomitmen untuk ikut mengembangkan kawasan timur Indonesia. Sangat mulia. Beliau juga ingin mengembangkan energi terbarukan. Ini niat yang baik, mengingat kita harus keluar dari ketergantungan pada energi berbasiskan fosil menuju sumber energi terbarukan. Kita punya sumber daya untuk itu, bisa ciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus bisa mencegah terjadinya pemanasan global ,” kata SBY.

“Apapun peran yang berguna untuk rakyat, bangsa dan negara, beliau akan melakukannya terus. Sebagai sahabat Pak Jusuf yang bersama-sama memimpin lima tahun pemerintahan ini, saya bukan hanya merasa berbahagia, saya mendoakan agar semua yang diinginkan bisa terwujud diwaktu yang akan datang ,” kata SBY.

"Kepada seluruh anggota KIB, saya meminta pengertian karena sebagian besar dari menteri KIB akan mengakhiri masa bakti. Itu semua karena diperlukan penyegaran dalam jajaran kabinet dan pemerintahan, juga berkait dengan realitas politik. Bagi saudara-saudara yang berasal dari parpol bisa jadi parpol yang bersangkutan yang berjuang bersama-sama, mengusulkan nama-nama yang sama ataupun nama-nama yang tidak sama. Oleh karena itu saya memohon pengertian bagi semua, sebagian kecil yang kiranya masih mendapatkan tugas di lingkungan kabinet, sedangkan sebagian besar akan memasuki medan pengabdian yang lain ,” kata SBY. (win)