Berita Utama

"Tidak Mungkin Saya Begitu Saja Menetapkan Calon Menteri"

Presiden SBY mengumumkan daftar nama anggota KIB II di Istana Merdeka, Rabu (21/10) malam. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY mengumumkan daftar nama anggota KIB II di Istana Merdeka, Rabu (21/10) malam. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan tidak mungkin gegabah dalam menetapkan nama calon-calon menteri "Tidak mungkin saya begitu saja menetapkan calon - calon menteri ini. Segera setelah saya dan Profesor Boediono ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk masa bakti lima tahun mendatang ini, sejak itu sesungguhnya kami telah bekerja. Saudara juga mengetahui 10 hari terakhir ini, kami dibantu tim kecil bekerja siang malam untuk memastikan proses penyusunan kabinet ini berjalan dengan benar, kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan," kata SBY mengawali pejelasan sebelum mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Merdeka, Rabu (21/10) malam.

"Susunan dan personil Kabinet Indonesia Bersatu II ini tentu saya harapkan bisa menjalankan tugas dengan baik secara efektif, sehingga keseluruhan program kerja kabinet lima tahun mendatang dapat dicapai dengan hasil yang baik," SBY menjelaskan.

Dalam waktu dekat, Presiden SBY juga akan menetapkan Dewan Pertimbangan Presiden yang akan bertugas bersama dengan masa bakti Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. "Sekaligus juga akan saya tetapkan beberapa wakil menteri yang saya pandang diperlukan untuk mendampingi menteri-menteri tertentu yang memiliki beban tugas yang memerlukan wakil," ujar SBY.

Setelah nama-nama tersebut diumumkan dan dilantik besok siang, Presiden SBY yakin bahwa orang-orang yang telah dipilih tersebut akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat luas. "Hampir pasti ada pihak-pihak yang tidak puas yang punya pendapat lain. Saya nilai itu wajar. Tahun 2004 juga begitu. Pada saat kabinet sebelumnya-sebelumnya ditetapkan juga begitu, dan itulah indahnya demokrasi," ungkap Presiden SBY kepada para wartawan di Istana Merdeka. (mit)