Berita Utama

SBY Pimpin Rapat Paripurna Pertama KIB II

Presiden SBY, didampingi Wapres Boediono, memimpin sidang paripurna pertama KIB II di Gedung Sekretariat Negara, Jumat (23/10) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Wapres Boediono, memimpin sidang paripurna pertama KIB II di Gedung Sekretariat Negara, Jumat (23/10) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono, Jumat (23/10) pagi, memimpin Rapat Paripurna Pertama Kabinet Indonesia Bersatu ke II periode 2009 -2014 di Gedung Sekertariat Negara, Jakarta. Dalam paripurna tersebit SBY menjelaskan sejumlah aturan manajemen pemerintahan dan manajemen persidangan serta rapat dengan harapan semua memahami.

“Kita ingin tertib menjalankan tugas. Kalau tertib, banyak yang bisa kita lakukan, lebih fokus, lebih disiplin dan lebih solid serta bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi,” kata SBY.

Dalam rapat paripurna ini, Presiden juga menjelaskan berbagai hal, antara lain, soal dinamika politik, tagline KIB, menjelaskan kembali pengarahan Presiden pada KIB I tahun 2004 -2005. Kemudian soal agenda prioritas 2009 -2014 serta kegiatan penting dua pekan ke depan.

Presiden SBY juga menjelaskan prioritas nasional dalam lima tahun ke depan, yakni reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, dan ketahanan pangan. Lalu, infrastruktur iklim investasi dan bisnis, energi, lingkungan hidup, dan penanggulangan bencana. Kemudian pembangunan daerah tertinggal dan pasca konflik kebudayaan serta kreativitas teknologi. ”Semuanya itu harus terus ditingkatkan dan dilanjutkan,” SBY menegaskan.

Agenda pemerintah dua pekan ke depan, antara lain, pertemuan bersama antara Menteri KIB, para Gubernur, LPND dan BUMN, penetapan program 100 hari dan Rencana Strategis (Renstra) 2009 -20014 serta kegiatan awal program 100 hari.

Terkait soal informasi media , SBY mengatakan bahwa adakalanya dalam sidang kabinet bagian dari sidang itu diliput oleh pers, terbuka untuk rakyat dan sebahagian yang lain tidak. ”Kalau tidak terbuka untuk publik, di akhir sidang itu ada press conference. Ini sebagai bagian dari implentasi nilai-nilai demokrasi dan good governance, yakni transparansi. Tidak hidden agenda bagi kita. Rakyat mesti diberitahu, pada batas-batas yang memang merupakan wilayah publik untuk mengetahuinya," Presiden menjelaskan.

Rapat perdana ini dihadiri seluruh menteri KIB II, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN Jenderal (Purn) Sutanto serta Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto. (win)