Berita Utama

Presiden Hadiri Pertemuan ASEAN + 3

ASEAN Tetap Forum Utama di Kawasan

Presiden SBY   hari Sabtu (23/10) siang mengikuti pertemuan ASEAN + 3, di Hotel Dusit Thani, Hua Hin, Thailand. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY hari Sabtu (23/10) siang mengikuti pertemuan ASEAN + 3, di Hotel Dusit Thani, Hua Hin, Thailand. (foto: abror/presidensby.info)
Hua Hin: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama sembilan pemimpin negara-negara ASEAN, hari Sabtu (23/10) siang mengikuti pertemuan ASEAN + 3, yaitu pertemuan para pemimpin negara ASEAN bersama pemimpin China, Jepang dan Koreal Selatan, di Hotel Dusit Thani, Hua Hin, Thailand. Pertemuan antara ASEAN + 3 ini adalah pertemuan yang keduabelas kalinya.

Kesepuluh pemimpin negara-negara ASEAN masing-masing adalah Presiden SBY, PM Najib Tun Razak (Malaysia) Presiden Arroyo Macapagal (Pilipina), PM Lee Hsien Loong (Singapura), Sultan Hassanal Blokiah (Brunei Darussalam), PM Nguyen Tan Dung (Vietnam), PM Bouasone Bouphavanh (Laos), PM Thein Sein (Myanmar), PM Hun Sen (Kamboja) dan PM Thailand Abhisit Vejjajiva sebagai tuan rumah. Hadir pula Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan. Sementara ketiga pemimpin negara mitra masing-masing adalah PM Yukio Hatoyama (Jepang), PM Wen Jiabao (China) dan Presiden Lee Myung-bak (Korea Selatan).

Dalam pertemuan yang selain membicarakan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi di kawasan, Presiden SBY juga akan mengangkat masalah perundingan organisasi perdagangan dunia. Pidato SBY dlam pertemuan ini disampaikan dalam bahasa Indonesia. Dalam pertemuan pemimpin negara Asean + 3 ini Presiden SBY juga menyinggung masalah perubahan iklim dan penanganan bencana.

Menurut Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, rangkaian KTT ASEAN selama dua hari ini, termasuk pertemuan ASEAN + 3 dengan mitra kerjanya China , Jepang, Korea Selatan, serta ASEAN + India, semakin mengukuhkan kenyataan bahwa ASEAN merupakan forum yang utama di kawasan di mana berbagai negara merasa perlu untuk bermitra dan bekerjasama

Serangkaian pertemuan yang diadakan kemarin dan hari ini, kata Marty pada wartawan Indonesia di Hua Hin, menjelaskan bahwa berbagai krisis yang dihadapi masyarakat internasional selama ini memerlukan penyelesaian antara lain melalui forum ASEAN. "Kalau kita lihat misalnya pembahasan di ASEAN tentang cara untuk mengatasi krisis keuangan, mengatasi perubahan iklim, masalah krisis energi, masalah konflik internasional, itu semua dibahas selama dua hari terakhir ini. Jadi sangat memberikan harapan betapa ASEAN semakin memperkokoh posisinya sebagai forum yang utama di kawasan ini, di mana Indonesia tentu berperan sangat optimal,” kata Marty Natalegawa. (win/nas)