Berita Utama
Minggu, 25 Oktober 2009, 22:15:00 WIB
Presiden SBY:
Meski Menjadi Anggota G-20, Indonesia Tetap Berperan Aktif di ASEAN
Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di Hotel Grand Pacific, Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
“Saya memang mendengar kekhawatiran itu, kalau Indonesia tidak lagi menjadikan ASEAN sebagai rumah utama. Saya memperjelas, Indonesia akan tetap berperan aktif dan akan menjadi bagian penting dalam ASEAN. Indonesia adalah salah satu founding fathers. Kita punya kepentingan terbangunnya kerjasama kawasan Asia Tenggara menuju ke ASEAN Community ,” jelas SBY
Oleh karena itu, lanjut SBY, tidak benar kalau setelah Indonesia masuk G-20 lantas ASEAN dianggap tidak penting lagi. “ASEAN sangat penting, namun lebih luas, Indonesia menyadari bahwa dalam G-20 perkara-perkara global dengan lebih konklusif lagi, karena memang G-20 mempresentasikan kepentingan-kepentingan utama. Sebutlah negara maju, negara berkembang, barat, timur, utara , selatan, bahkan yang unik, ada civilatition, itu tentu suatu opportunity yang baik, “ kata SBY.
Menurut SBY, G-20 tidak boleh hanya dirancang untuk menangani persoalan-persoalan ekonomi global. Tetapi harus lebih dari itu. ”Suatu saat kita bicara climate change, harmoni civilitation, tentang bagaimana lebih meningkatkan international peace and security. Jadi masalah itu harus kita bisa bahas dengan semua yang lebih representatif,” ujar SBY.
Menurut SBY, justru sudah saatnya sekarang negara-negara berkembang diberi peran yang lebih dalam di G-20. "Terakhir dalam pernyataan saya di Pittsburgh saya menginginkan setiap summit G-20, chairman ASEAN agar di undang. Jadi ini Indonesia tidak hanya membawakan untuk kepentingannya sendiri. Kepentingan-kepentingan negara berkembang harus juga kami suarakan di forum G-20, dan secara spesifik pula kalau setiap summit G-20 itu, Indonesia sebagai anggota tetap dari G-20 hadir di situ, kemudian chairman ASEAN yang berganti-ganti juga hadir, maka lebih terwakili kepentingan ASEAN dalam forum G-20 itu ,” kata SBY .
Saat memberikan keterangan pers, Presiden SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala BPM Gita Wirjawan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin, Gubernur Kalimantan Barat Cornalis, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, Duta Besar Indonesia untuk Thailand Moh.Hatta, Kepala BKPM Gita Wirjawan dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal. (win/nas)



