Berita Utama

Beberapa Departemen Akan Punya Wakil Menteri

Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di  Hotel Grand Pacific, Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di Hotel Grand Pacific, Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Hua Hin: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan akan mengangkat wakil menteri untuk departemen-departemen tertentu yang mempunyai load tinggi, sehingga adanya wakil menteri itu akan memperlancar tugas-tugas departemen yang bersangkutan.

Dalam konferesi pers di hotel Grand Pasific di Hua Hin, Thailand, hari Minggu (25/10) malam, atas pertanyaan seorang wartawan, Presiden menjelaskan bahwa dalam lima tahun ini ada sejumlah prioritas dan agenda penting dari departemen atau kementerian tertentu. “Sudah saya katakan beberapa waktu lalu, ada yang saya tugasi untuk melaksanakan revitalisasi. Sebagai contoh revitalisasi pertanian gelombang kedua, untuk memastikan bahwa komoditas-komoditas strategis itu harus bisa kita capai swasembadanya,” kata SBY.

“Departemen Perindustrian juga akan saya tugasi untuk melaksanakan revitalisasi peindustrian gelombang pertama. Ingat, pabrik pupuk, pabrik gula, pabrik tekstil, manufaktur yang lain, kemungkinan relokasi, tenaga kerja yang berkaitan dengan industri, semua harus direvitalisasi,” jelas Presiden.

Demikian juga dua sektor utama yaitu pendidikan dan kesehatan, sangat penting. ”Departemen Kesehatan akan saya tugasi untuk melakukan reformasi yang lebih mengait pada kesehatan masyarakat. Karena itu harus ada cetak biru, ada visi, ada strategi dan ada pogram-program konkrit di situ, dan akan bekerja penuh selama lima tahun. Departemen seperti ini akan memilikiload yang tinggi, karena pekerjaannya akan sangat banyak,” tambahnya.

Depertemen Luar Negeri misalnya, kata SBY, waktunya banyak tersita untuk tugas di luar negeri. Sedang Departemen Keuangan akan banyak sekali menghabiskan waktu bersama-sama dengan DPR-RI, padahal tugas yang lain juga harus jalan. “Dengan demikian saya tengah memikirkan departemen atau kementerian apa yangloadnya tinggi dan di situ perlu dibackup oleh wakil, agar mesin itu betul-betul bergerak penuh, tidak ada yang macet,” jelasnya.

Wakil menteri itu nanti, lanjut SBY, akan diambil dari para profesional non partai politik, karena ia menjadi bagian dari mesin yang harus bekerja penuh tanpa harus memikirkan sana-sini. “Dia akan bekerja penuh untuk departemen dan kementeriannya.Saya utamakan seperti itu,meskipun satu atau dua kita ambil dari parpol tetapi bukan politisi murni.Halitu sekarang sedang saya matangkan, tunggu tanggal mainnya,” kata SBY.

Saat konferensi pers, Presiden SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala BPM Gita Wirjawan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin, Gubernur Kalimantan Barat Cornalis, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, Duta Besar Indonesia untuk Thailand Moh.Hatta, Kepala BKPM Gita Wirjawan dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal. (win/nas)