Berita Utama
Selasa, 27 Oktober 2009, 16:15:37 WIB
Wakil Menteri untuk Atasi Hambatan Birokrasi
Jakarta: Wakil menteri merupakan jabatan politis. Ia diharapkan akan membantu reformasi internal dan mengurai hambatan birokratis. "Berbeda dengan jabatan eselon satu yang merupakan jabatan birokatis. Dengan kehadiran Wakil Menteri ini, diharapkan akan dapat menambah bobot politis dari atas untuk melakukan reformasi ke dalam, dan debottlenecking," ujar Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, dalam konferensi persnya di Kantor Presiden, Selasa (27/10) siang.Seperti sudah dijelaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden akan mengangkat wakil menteri untuk departemen-departemen tertentu yang mempunyai load tinggi. Diharapkan dengan adanya wakil menteri ini akan memperlancar tugas-tugas departemen bersangkutan.
Presiden SBY dalam keterangan persnya kepada wartawan Indonesia usia KTT ke-15 ASEAN di Hua Hin, Thailand, Minggu (25/10) malam, wakil menteri itu nanti berasal dari para profesional non partai politik, karena ia akan menjadi bagian dari mesin yang harus bekerja penuh tanpa harus memikirkan sana-sini. “Dia akan bekerja penuh untuk departemen dan kementeriannya. Saya utamakan seperti itu, meskipun satu atau dua kita ambil dari parpol tetapi bukan politisi murni. Hal itu sekarang sedang saya matangkan, tunggu tanggal mainnya," kata SBY ketika itu. (mit/osa)



