Berita Utama

National Summit 2009 Dibuka Presiden SBY

Presiden SBY memukul gong untuk membuka National Summit 2009 di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta, hari Kamis (29/10) pagi .(foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong untuk membuka National Summit 2009 di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta, hari Kamis (29/10) pagi .(foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (29/10) pagi membuka secara resmi National Summit 2009 di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta. National Summit 2009 berlangsung hari ini hingga tanggal 30 Oktober 2009 mendatang, dengan tujuan menampung pendapat dari khalayak umum mengenai program 100 hari pemerintah dan 5 tahun pemerintahan kedepan, agar bisa terlaksanan dengan sempurna.

Menurut Wishnu Wardana, ketua panitia, National Summit 2009 ini dihadiri sekitar 1.424 orang, terdiri dari para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para eselon I dari departemen terkait, gubernur, walikota dan bupati seluruh Indonesia, KADIN seluruh Indonesia, Pimpinan DPR dan DPRD, asosiasi pengusaha, LSM, lembaga keuangan bank, pengamat, akademisi dan media. "Mereka diharapkan dapat memberikan masukan dan solusi agar program pemerinatahan kedepan dapat berjalan dengan baik. Selain itu diharapkan program tersebut menjadi milik kita semua, sehingga partisipasi masyarakat sangat diharapkan," kata Wishnu yang juga Wakil Ketua KADIN.

Sementara itu Presiden SBY diawal sambutannya berharap dengan pertemuan ini, program 100 hari hingga lima tahun lebih banyak lagi yang dapat dicapai dan dihasilkan. "Itu tanggung jawab moral saya, agar pemimpin kedepan nantinya dapat melanjutkan hasil yang dicapai itu dengan lebih baik lagi," kata SBY.

Menurut Presiden, ada 3 kunci sukses untuk mencapai hasil yang baik. Pertama semangat pantang menyerah. Semangat bisa, harus bisa. Kalau Tiongkok bisa, kita juga bisa. Kalau India bisa, kita juga bisa. "Kedua, adanya persatuan dan kebersamaan. Tanpa persatuan dan kesatuan, tidak mungkin dapat berhasil dalam menjalankan program. Ketiga, pentingnya jati diri bangsa. Jangan silau lihat bangsa lain. Bangsa lain hebat, boleh dipuji tanpa harus merendahkan bangsa kita," kata Presiden.

Dalam National Summit ini, dibentuk tiga bidang, yakni Bidang Ekonomi terdiri dari 6 komisi, Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri dari 5 komisi dan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi terdiri dari 5 komisi. (win)