Berita Utama
Selasa, 3 November 2009, 14:00:55 WIB
Presiden Terima Gubernur Papua dan Maluku
Presiden SBY menerima Gubernur Papua, Barnabas Suebu, di kantor kepresidenan, hari Selasa (3/11) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Menurut Barnabas, usaha untuk menata ulang kelola pemerintahan agar bisa berjalan dengan baik, membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dari seluruh lapisan masyarakat di Papua. "Baik reformasi anggaran, reformasi birokrasi, sistem yang kita bangun untuk sekaligus mencegah penyalahgunaan wewenang, korupsi dan sebagainya. Termasuk di dalamnya mendidik sumber daya manusia yang juga mempunyai etika dan moral, mempunyai komitmen untuk tidak melakukan korupsi," kata Barnabas usai bertemu Presiden SBY.
Selain itu, menurut Barnabas, Papua dapat melakukan penghematan anggaran. "Penghematan anggaran ini kita mulai dari kampung, prorgramnya kita disebut Respek atau Rencana Strategis Pembangunan Kampung. Sederhana saja, mulai dari kampung, karena rakyat Papua berasal dari kampung-kampung. Dan total dana yang kita salurkan sudah mencapai lebih dari Rp 1 triliun, semua kampung dapat Rp 500 juta sampai Rp 700 juta per tahun. Dana ini berasal dari bantuan dari internasional, seperti Bank Dunia, UNICEF, UNDP, dan sebagainya,"kata Barnabas. .
Tujuan dari Respek adalah untuk memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat di Papua. "Tujuannya sederhana saja, untuk memperbaiki dan visi, mutu pendidikan dasar, mutu kesehatan dasar, perumahan rakyat, air bersih, pemberdayaan ekonomi rakyat. Sederhananya adalah untuk mencapai tujuan. Karena itu dikerjakan oleh rakyat sendiri, tidak boleh pemborong dari luar yang masuk ke kampung," jelasnya. Selain Respek, program pemerintah daerah Papua yang dibahas bersama Presiden SBY adalah mengenai percepatan infrastruktur, yaitu transportasi jalan darat, perhubungan udara dan perhubungan laut yang akan dibangun secara bertahap dan memakan biaya besar," jelasnya.
Gubernur Papua juga memaparkan kesiapan Papua dalam untukmenyelenggarakan konferensi Bio Diversity yang akan berlangsung pada tanggal 11 s/d 14 November di Jayapura. "Konferensi ini adalah konferensi dalam PBB climate change yang kami prakasai sendiri. Mudah-mudahan Bapak Presiden akan membuka konferansi ini melalui jarak jauh. Jadi beliau tidak ke Jayapura tapi melalui video," harap Barnabas.
Usai menerima Gubernur Papua, Presiden SBY menerima Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu. (mit)



