Berita Utama
Rabu, 4 November 2009, 15:15:49 WIB
Presiden: Sudah Saatnya Indonesia Lakukan Revitalisasi Industri Pertahanan
Presiden SBY hari Rabu ( 4/11) siang memimpin rapat terbatas kabinet di kantor kepresidenan. (foto: anung/presidensby.info)
Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (4/11) siang saat membuka ratas atau rapat terbatas di kantor kepresidenan bersama Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Soeyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa , Menko Kesra Agung Laksono dan Mensesneg Sudi Silalahi. Presiden mengingatkan kembali apa yang telah disampaikan pada peringatan Hari TNI 5 Oktober lalu, bahwa pemerintah akan melakukan revitalisasi semua industri strategis nasional, terutama industri pertahanan.
"Betapa tidak, puluhan tahun Indonesia melakukan investasi SDM untuk menguasai teknologi, termasuk teknologi pertahanan. Mereka telah mampu memproduksi berbagai sistem persenjataan, peralatan dan perlengkapan militer. Karena krisis yang lalu, terganggu industri itu. Karena sudah dapat dikatakan sudah terbebas dari ekor krisis 10 tahun lalu, dan alhamdulillah sudah dapat meminimalkan dampak krisis global sekarang ini, maka sudah pada saatnya kita kembali melakukan revitalisasi seluruh industri straegis terutama pertahanan," kata SBY
"Apabila itu bisa kita revitalisasikan, maka pembangunan kekuatan, modernisasi sistem persenjataan dan peningkatan anggaran pertahanan itu betul dapat digunakan antara lain untuk mengadakan apa yang kita perlukan dengan cara kita membeli produk industri pertahanan kita. Tentu saja diperlukan suatu rencana strategis yang baik, manajemen yang baik, termasuk finance. Ini harus kita bahas pada saatnya. Dengan demikian dalam lima tahun kedepan semua atau sebagian besar keperluan militer kita bisa kita adakan dan cukupi dengan industri dalam negeri, sepanjang kita benar-benar memikirkan segi-segi pendanaan agar semua bisa bergerak dengan baik," kata Presiden SBY. (win)



