Berita Utama
Senin, 9 November 2009, 18:10:01 WIB
Presiden SBY:
Berikan Pelayanan yang Baik pada Jamaah Haji
Jakarta: Departemen Agama diminta untuk terus menerus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, walaupun diakui sejumlah tantangan yang dihadapi , mengingat jumlah jamaah haji Indonesia sangat besar.Harapan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (9/11) sore di kantor kepresidenan, saat memimpin rapat terbatas yang khusus membahas pelayanan jemaah haji Indonesia. ”Jumlah saudara-saudara kita kaum muslimim dan muslimat di tanah air yang ingin menunaikan ibadah haji besar, bahkan yang terbesar diantara negara lainnya. Alhamdulilah, tingkat penghasilan yang semakin meningkat, keinginan untuk melaksanakan ibadah haji juga makin meningkat. Oleh karena itu negara, pemerintah, kita semua senantiasa agar memberikan pelayanan dengan baik untuk saudara kita itu,” ujar Presiden.
Tentu dalam pelayanan haji ini, lanjut SBY, ada sejumlah tantangan dan persoalan yang sebagian dihadapi di tanah air maupun dalam penerbangan, baik dari indonesia ke Tanah Suci maupun dari Tanah Suci ke Indonesia. Maupun tantangan dan permasalahan yang dihadapi jemaah di Saudi Arabia. ”Semua itu tentu memerlukan pengelolaan atau manajemen yang sungguh luar biasa, mulai dari pemondokan, pelayanan, makan, transportasi, kesehatan, dan banyak lagi yang mesti kita lakukan termasuk embarkasi dan debarkasi di tanah air kita,” tambahnya.
”Sebagai contoh, seiring dengan pembangunan di Saudi Arabia, sering kita jumpai peraturan yang juga berubah. Tentu memerlukan penyesuaian untuk merespon perubahan kebijakan itu. Contoh khas dengan pengembangan kota Mekkah, termasuk yang ada di Madinah, yang berakibat terhadap pemondokan, tempat tinggal mereka, transportasi dan sebagainya, sepertinya tidak terlalu besar persoalannya. Tetapi dalam praktek, persoalannya juga cukup komplek, belum tentunya masalah-maslah teknis yang ada di Tanah Suci itu sendiri ,” kata Presiden.
Presiden mengingatkan tiga tahun yang lalu pemerintah membentuk tim independen, karena ada permasalahan pelayanan makanan yang ada di Tanah Suci. ”Akhirnya kita temukan sejumlah persoalan. Persoalan itu berkaitan dengan kita, sebagian juga berkaitan dengan apa yang berlaku di Tanah Suci itu sendiri. Kita lakukan perbaikan. Tahun berikutnya lagi penyelenggaraan ibadah haji jauh lebih baik. Berikutnya lagi ada masalah baru berupa perubahan tata kota, berpengaruh pada pemondokan, transportasi dan lain lain. Namun apapun persoalannya harus kita carikan solusinya yang terbaik. Apapun harus kita berikan pelayanan dari masa ke masa, karena setahun sekali saudara-saudara kita ingin beribadah, dan tentu kita berharap ibadah itu dijalankan sebaik-baiknya ,” kata Presiden.
Dalam rapat terbatas yang dihadiri Wakil Presiden Boediono ini, tampak pula Menko Polhukam Djoko Soeyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Agama Suryadharma Ali, MenteriKesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan Direktur Utama PT Garuda, Emirsyah Satar. (win)



