Berita Utama

Bertolak ke Malaysia dan Singapura

Presiden SBY  didampingi Ibu Negara di pintu pesawat di Lanud Halim PK sebelum bertolak ke Malayisa, hari Rabu (11/11) pagi. ( foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara di pintu pesawat di Lanud Halim PK sebelum bertolak ke Malayisa, hari Rabu (11/11) pagi. ( foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan rombongan, hari Rabu (10/11) pukul 10.30 WIB meninggalkan Lanud Halim Perdana Kusumah bertolak menuju Malaysia. Di Halim, Presiden dan rombongan dilepas oleh Wapres Boediono.

Presiden SBY melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia dan Singapura. Di Malaysia, antara lain akan mengadakan kunjungan kehormatan pada Yang Dipertuan Agong ke-13. Setelah itu akan menghadiri jamuan makan malam oleh PM Malaysia. Keesokan harinya, tanggal 12 November akan diadakan pertemuan bilateral dengan PM Najib Tun Razak, dan juga akan dihadiri Eminent Person Group yang beranggotakan tokoh-tokoh Indonesia dan Malaysia. Presiden juga akan menyelenggarakan Business Luncheon di Kuala Lumpur.

Tanggal 12 November siang rombongan Presiden akan meninggalkan Malaysia menuju Singapura untuk melakukan kunjungan bilateral dan menghadiri KTT APEC. “Presiden SBY akan bertemu dengan Presiden Singapura, SR Nathan. Presiden juga direncanakan akan bertemu dengan PM Lee Hsien Loong untuk mengadakan pertemuan bilateral, setelah itu bertemu dengan Minister Mentor Lee Kuan Yew. Setelah itu akan ada state dinner di Istana Presiden Singapura,” kata Jubir Presiden, Dino Patti Djalal.

“Keesokan harinya Presiden akan melanjutkan serangkaian kegiatan KTT APEC yang akan diadakan di Singapura, termasuk menghadiri KTT APEC CEO Summit. Presiden SBY akan memberikan pidato di APEC CEO Summit pada sore hari pada tanggal 13 November. Presiden juga akan menghadiri retreat APEC Economic Leaders Meeting bersama para pemimpin APEC lainnya. Presiden direncanakan akan memberikan pandangan mengenai Bogor Goals. Target Bogor Goals yang ditetapkan di Bogor pada tahun 1994 dimana akan terjadi liberalization of trade and investment untuk negara industri pada tahun 2010 dan negara-negara berkembang pada tahun 2020. Jadi ini adalah Bogor Goals yang akan dikaji kembali. Presiden SBY akan menjadi semacam lead speaker untuk topic ini,” lanjutnya.

Pada tanggal 15 November 2009, Presiden SBY akan menghadiri KTT ASEAN dengan Amerika. “Ini pertama kalinya Amerika dan ASEAN sepuluh negara itu bertemu dalam KTT, termasuk pemimpin Myanmar. Setelah itu akan ada pertemuan bilateral antara Presiden SBY dengan Presiden Barack Obama. Waktunya sedang dicocokkan. Tanggal 16 November Presiden SBY dijadwalkan akan kembali ke tanah air,” jelas Dino. (win)