Berita Utama

Rombongan Presiden SBY Tiba di Singapura

Presiden SBY menerima kunjungan kehormatan Minister Mentor Lee Kuan Yew di Hotel Marina Mandarin, Singapura, hari Kamis (12/11) sore.(foto:muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY menerima kunjungan kehormatan Minister Mentor Lee Kuan Yew di Hotel Marina Mandarin, Singapura, hari Kamis (12/11) sore.(foto:muchlis said/presidensby.info)
Singapura: Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tiba di Bandara Internasional Changi, Singapore, hari Kamis (12/12) pukul 15.10 waktu setempat atau pukul 14.00 WIB, dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-500 milik Garuda yang terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Presiden SBY dan Ibu Ani disambut Duta Besar RI untuk Singapura, Wardhana dan staf kedutaan besar Indonesia di Singapura.

Presiden SBY langsung menuju Hotel Marina Mandarin, tempat Presiden dan Ibu Negara serta rombongan menginap selama berada di Singapura. Di Hotel Marina Mandarin, Presiden SBY dan Ibu Ani disambut puluhan pelajar yang menggunakan seragam pramuka dan pakaian adat nusantara. Mereka menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Halo-halo Bandung dan Garuda Pancasila sambil mengibar-ibarkan miniatur bendera merah putih. "Terimakasih, semangat belajar dan sukses selalu," kata SBY usai mendengarkan mereka bernyanyi.

Presiden SBY melakukan kunjungan kerja selama lima hari di Singapura, dari tanggal 12 hingga 16 November 2009, dan akan melakukan kunjungan bilateral serta menghadiri KTT APEC (Asia-Pacific Economit Cooperation). Hari ini Presiden SBY dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan dan pertemuan bilateral dengan Presiden Singapura, SR Nathan di Istana. Malam harinya, Presiden akan menerima kunjungan kehormatan dari Minister Mentor Lee Kuan Yew dan menghadiri jamuan santap malam resmi dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

Tampak dalam rombongan kepresidenan antara lain Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi A. Mallarangeng, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan serta Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal. (osa)