Berita Utama

Kunjungan Kenegaraan ke Malaysia

Presiden: Antara Penduduk Pastilah Sesekali Ada Perbedaan

Kuala Lumpur: Malaysia adalah sahabat dekat serta rekan yang kuat bagi kemajuan kedua bangsa. Karena itu Malaysia dipilih Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai negara pertama yang dikunjungi untuk kunjungan kenegaraan, setelah SBY dilantik menjadi Presiden RI periode kedua, tanggal 20 Oktober lalu.

Demikian dikatakan Presiden SBY dalam Konferensi pers bersama PM Najib Tun Razak, hari Kamis (12/11) siang, di Kantor Perdana Menteri, Putra Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia. "Kami sungguh ingin tali persahabatan dan persaudaraan diantara kedua bangsa yang memiliki akar kesejarahan, budaya dan peradaban ini tetap dapat dijaga dengan sebaik-baiknya. Kalau ada masalah, dapat segera kita atasi secara bijak dan tepat. Dengan demikian kebaikan yang banyak dan kerja sama positif yang tidak sedikit, tidak tertutup oleh satu atau dua isu," ujar SBY.

Menurut Presiden SBY, merupakan hal yang wajar apabila terdapat perbedaan pandangan antara penduduk dari Indonesia dan Malaysia. " Pastilah sekali-sekali ada perbedaan pandangan. Indonesia tidak pernah punya masalah dengan masyarakat yang ada di Somalia, Chile, Croatia, Eropa maupun Irlandia, tetapi tetangga dekat, sekali-sekali terjadi seperti itu. Tugas kami adalah mengelolanya dengan bijak, dengan arif dan jangan sampai membesar dan mengganggu apa yang kita kerjakan selama ini," lanjutnya.

Sementara itu, PM Malaysia mengungkapkan bahwa pihak Indonesia dan pihak Malaysia telah bersepakat untuk terus mempererat hubungan antar kedua negara. "Sebaiknya hubungan antara Indonesia dan Malaysia terus dapat ditingkatkan sebaik mungkin," tambahnya. PM Malaysia juga mengusulkan agar kunjungan antara kedua pemimpin negara sahabat juga diteruskan serta memfokuskan kepada peningkatan hubungan persaudaraan generasi muda Indonesia dan Malaysia

Dalam kunjungan ke Kantor PM Malaysia tersebut, Presiden SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menbudpar Jero Wacik, Menegpora Andi A. Mallarangeng, Kepala BKPM Gita Wirjayan dan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal. (mit)