Berita Utama

Kunjungan Kenegaraan ke Malaysia

Presiden: Sebelum 2014, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 7 Persen

Kuala Lumpur: Usai melakukan pertemuan bilateral di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (12/11) siang menghadiri Business Luncheon di Conference Hall, Kuala Lumpur Convention Center. Acara santap siang ini dihadiri Tun Musa Hitam selaku Chairman Council for the Promotion of Malaysia and Indonesia Relations, serta 200 pengusaha Malaysia.

Di hadapan forum, Presiden berharap Indonesia dan Malaysia terus mempererat tali persahabatan dan persaudaraan, seraya terus meningkatkan kerja sama dan kemitraan di berbagai bidang yang akan membawa manfaat kepada kedua bangsa. Menurut Presiden, seluruh bangsa di dunia baru saja memetik pelajaran yang sangat penting dari resesi perekonomian global.

"Sekarang kita memasuki era baru, tatanan perekonomian dunia yang baru dengan global financial architecture yang akan lebih aman, berkelanjutan dan adil. Dalam kaitan itu, kita semua mengetahui bahwa kawasan Asia tengah tumbuh, bahkan Asia diramalkan jadi pilar perekonomian global yang akan mengurangi berbagai ketimpangan dalam perekonomian global. Dalam konteks itu, disamping ASEAN tentu akan berperan untuk menyambut dan menjadi bagian economic development of this region, marilah Indonesia dan Malaysia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini," lanjut SBY.

Pemerintah Indonesia pada saat ini telah membentuk rencana kerja yang dilengkapi dengan cetak biru dan roadmap untuk lima tahun mendatang, agar pertumbuhan perekonomian dapat mencapai 7 persen sebelum tahun 2014. "Untuk itu Indonesia memerlukan investasi yang jumlahnya tidak kecil, yang tiap tahun berjumlah sekitar 150 - 200 miliar Dolar AS, baik dari dalam dan luar negeri, untuk membangun infrastruktur skala besar seperti dermaga, powerplant, sarana transportasi yang merupakan mesin pertumbuhan dan persyaratan utama bagi investasi. Kami juga harus lakukan revitaliasi pertanian untuk cukupi pangan dan food security," paparnya. Investasi, lanjut SBY, juga difokuskan pada bidang industri seperti pabrik pupuk dan pabrik gula serta di bidang jasa.

Indonesia, menurut SBY, saat ini berada dalam era transformasi dan reformasi. "Indonesia sangat berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi dan transformasi dan indonesia akan menjadi bagian positif dari berbagai upaya dunia untuk mengatasi masalah kini," kata SBY yang tampak optimis.

Ikut dalam ombongan Presiden menghadiri forum ini antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menbudpar Jero Wacik, Menegpora Andi A. Mallarangeng, Kepala BKPM Gita Wirjayan dan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal. (mit)